K4kjeb’s Blog

Just another WordPress.com weblog

SOSIAL DAN BUDAYA

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL DAN KEBUDAYAAN

  1. Individu dan masyarakat

1. Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Kata Individu artinya tidak terbagi, atau suatu kesatuan. Individu berasal dari bahasa latin kata individium (tidak terbagi) dan dalam bahasa inggris berarti in (salah satunya mengandung pengertian tidak) dan divide (terbagi).

Manusia sebagai makhluk individu mengandung arti bahwa unsur yang ada dalam diri individu tidak terbagi, merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Jadi hanya sebutan yang tegat bagi manusia yang memiliki keutuhan jasmani dan rohaninya, keutuhan fisik dan psikisnya, keutuhan raga dan jiwanya.

Ø Problematika sosial kebudayaan

Ø Dialektika Fundamental Peter L Berger

Ø Ciri & Wujud kebudayaan

Ø Sifat kebudayaan

Ø Proses dan perubahan kebudayaan

Ø Pengertian dan fungsi kebudayaan

Ø Akal dan budi

Ø Manusia sebagai animal simbolicum

Ø Pengertian budaya dan kebudayaan

Ø Definisi kebudayaan

Ø Fungsi kebudayaan

Ø Jenis dan ragam kebudayaan di masyarakat

Ø Unsur-unsur kebudayaan

Ø Manusia sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan

Ø Manusia sebagai Makhluk Budaya

2. Kebudayaan

Keselarasan hubungan manusia dengan lingkup fisik, bukan hanya akan dapat dipakai untuk mengembangkan daya dukung alam tetapi juga, dapat dipakai untuk mengembangkan diri manusia dan masyarakat. Apabila ini yang terjadi, akan tercapai suatu keselarasan hubungan antara alam dan manusia.

Ruang lingkup kebudayaan sangat bervariasi, dan setiap pembatasan arti yang diberikan akan sangata dipengaruhi oleh dasar pemikiran tentang pembentuk masyarakat dan kebudayaan.

  1. Akal dan Budi

1. Manusia sebagai animal simbolicum

· Simbol : segala sesuatu (benda, peristiwa, kelakuan, tindakan manusia, ucapan) yang telah ditempati suatu arti tertentu menurut kebudayaannya adalah kkomponene utama perwujudan kebudayaan karena setiap hal yang dilihat dan dialami, diolah menjadi simbol

· Kebudayaan : pengetahuan yang mengorganisasi symbol-simbol

a. Fungsi simbol :

v Faktor pengembangan kebudayaan

v Terbatas pada gugus masyarakat tertentu

· K.A Hiding : Pengelolaan agriculture

· Langevela : Aktivitas yang manusiawi dan rohani sifatnya

· Alfred Whitehead : karya akal, budi, daya

· Edward B Taylor : hasil karya manusia

· Ditjen Kebudayaan : Sistem nilai dan gagasan utama

· Komponen utama kebudayaan :

o Individu

o Masyarakat

o Alam

BAB II

  1. Pengertian

1. Budaya dan Kebudayaan

Dari catatan Supartono, 1992, terdapat 170 definisi kebudayaan. Catatan terakhir Rafael Raga Manan ada 300 buah, beberapa diantaranya :

a. EB Taylor, Primitive Culture, 1871

Kebudayaan adalah keseluruhan yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat, serta kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota mansyarakat.

b. Ki Hajar Dewantara

Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

B. Definisi Kebudayaan

1. Rafael Raga Maran

Kebudayaan adalah cara khas manusia beradaptasi dengan lingkungannya, yakni cara manusia membangun alam guna memenuhi keinginan-keinginan serta tujuan hidupnya, yang dilihat sebagai proses humanisasi.

2. Robert H Lowie

Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diperoleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang diperoleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang didapat melalui pendidikan formal atau informal.

3. koentjaraningrat

Kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.

4. Keesing

Kebudayaan adalah totalitas pengetahuan manusia, pengalaman yang terakumulasi dan yang ditransmisikan secara social.

5. Fungsi Kebudayaan

Mendasari, mendukung, dan mengisi masyarakat dengan nilai-nilai hidup untuk dapat bertahan, menggerakkan serta membawa masyarakat kepada taraf hidup tertentu :

Ø Hidup lebih baik

Ø Lebih manusiawi

Ø Berperikemanusiaan

Mohammad Yusuf Melatoa dalam Ensiklopedia Suku Bangsa Di Indonesia menyatakan Indonesia terdiri dari 500 etnis suku bangsa yang tinggal di lebih dari 17.000 pulau besar dan kecil. Mereka masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda dengan yang lainnya.

C. jenis dan Ragam Kebudayaan

1. Unsur-unsur kebudayaan

Peralatan dan perlengkapan hidup (pakaian, perumahan, alat-alat produksi, transportasi)

Mata pencarian hidup dan system ekonomi (pertanian, peternakan, system produksi, distribusi)

System kemasyarakatan (system kekerabatan, organisasi politik, system hokum, perkawinan)

a) Bahasa

b) Kesenian

c) System pengetahuan

d) Religi

2. kluckhohn

Manusia

Pencipta dan pengguna kebudayaan

Manusia sebagai pencipta kebudayaan memiliki kemampuan daya sebagai berikut :

a) Akal, intelegensia dan intuisi

b) Perasaan dan emosi

c) Kemauan

d) Fantasi

e) Perilaku

D. Dialektika Fundamental

Peter L Berger

· Tahap eksternalisasi, yaitu proses pencurahan diri manusia secara terus menerus kedalam dunia melalui aktifitas fisik dan mental

· Tahap obyektivasi, yaitu tahap aktifitas manusia menghasilkan realita obyektif, yang berada diluar diri manusia

· Tahap internalisasi, yaitu tahap dimana realitas obyektif hasil ciptaan manusia dicerap oleh manusia kembali.

E. Ciri dan Wujud Kebudayaan

Ciri kebudayaan

o Bersifat menyeluruh

o Berkembang dalam ruang / bidang geografis tertentu

o Berpusat pada perwujudan nilai-nilai tertentu

G. Wujud Kebudayaan

Ide : tingkah laku dalam tata hidup

Produk : sebagai ekspresi pribadi

Sarana hidup

Nilai dalam bentuk lahir

G. Sifat Kebudayaan

v Beraneka ragam

v Diteruskan dan diajarkan

v Dapat dijabarkan :

o Biologi

o Psikologi

o Sosiologi : manusia sebagai pembentuk kebudayaan

v Berstruktur terbagi atas item-item

v Mempunyai nilai

v Statis dan dinamis

v Terbagi pada bidang dan aspek

Keadilan adalah salah satu moral dasar bagi kehidupan manusia. Keadilan mengacu pada suatu tindakan baik yang mesti dilakukan oleh stiap manusia.

Penderitaan adalah teman paling setia kemanusiaan. Ini melengkapi cirri paradoksal yang menandai eksistensi manusia didunia.

Tanggung jawab adalah kewajiban melakukan tugas tertentu yang dasarnya adalah hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk yang mau menjadi baik dan memperoleh kebahagiaan.

Memanusiakan manusia dengan konsep budaya dasar

Kegelisahan merupakan gambaran keadaan seseorang yang tidak tenteram hati maupun perbuatanya, merasa khawatir tidak tenang dalam tingkah laku, dan merupakan salah satu ekpresi kecemasan. Pengabdian diartikan sebagai perihal memperhamba diri kepada tugas-tugas yang dianggap mulia.

Keindahan, eksistensi manusia didunia diliputi dan digairahkan oleh keindahan. Manusia tidak hanya penerima pasif tetapi juga pencipta keindahan bagi kehidupan. Pandangan hidup berkenaan dengan eksistensi manusia didunia dalam hubungannya dengan Tuhan, dengan sesama dan dengan alam tempat kita berdiam.

H. Konsep budaya dasar

1. Proses kebudayaan

Proses pembudayaan adalah tindakan yang menimbulkan dan menjadikan sesuatu lebih bermakna untuk kemanusiaan. Proses tersebut diantaranya ;

Internalisasi adalah merupakan proses pencerapan realitas obyektif dalam kehidupan manusia

Sosialisasi adalah proses interaksi terus menerus yang memungkinkan manusia memperoleh identitas diri serta ketrampila-ketrampilan social.

Enkulturasi adalah pencemplungan seseorang kedalam suatu lingkungan kebudayaan, dimana desain khusus untuk kehidupan kelihatan sebagai sesuatu yang alamiah belaka.

Asimilasi adalah proses peleburan dari kebudayaan satu ke kebudayaan lain.

Difusi adalah meleburnya suatu kebudayaan dengan kebudayaan lain sehingga menjadi satu kebudayaan.

Akulturasi adalah percampuran dua atau lebih kebudayaan yang dalam percampuran itu masing-masing unsurnya masih kelihatan.

2. Faktor ekstern

Perubahan lingkungan fisik manusia (bencana alam)

Pengaruh kebudayaan masyarakat lain

Peperangan

3. Faktor intern

Bartambah atau berkurangnya penduduk

Penemuan-penemuan baru (innovation – discoveri [gagasan] – invention [diterapkan dalam masyarakat]

Pertentangan-pertentangan dalam masyarakat (konflik)

Pemberontakan / revolusi

Penyebab perubahan Sosial dan Kebudayaan

Faktor-faktor yang mendorong :

Kontak dengan kebudayaan lain

System pendidikan yang maju

Sikap menghargai hasil karya orang lain dan keinginan untuk maju

Toleransi terhadap perbuatan menyimpang

System lapisan masyarakat yang terbuka

Penduduk yang heterogen

Orientasi ke depan

Nilai meningkatkan taraf hidup

Factor-faktor yang menghambat :

Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain

Perkembangan ilmu pengetahuan yang hambat

Sikap masyarakat yang tradisional

Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested interest)

Rasa takut terjadinya kegoyahan dalam integrasi kebudayaan

Prasangka terhadap hal baru

Hambatan ideologis

Kebiasaan

Sikap pasrah

Februari 2, 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: