K4kjeb’s Blog

Just another WordPress.com weblog

majas simile,litotes, dan lain-lain

A

.

Pengertian
Gaya bahasa atau majas adalah cara khas dalam menyatakan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan atau lisan. Kekhasan dari gaya bahasa ini terletak pada pemilihan kata-katanya yang tidak secara langsung menyatakan makna yang sebenarnya.

B. Ragam Gaya Bahasa
Beberapa ragam majas dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu:
a. Gaya bahasa perbandingan, terdiri dari: Metafora, personifikasi, asosiasi, alegori, parable, metonomia, litotes, sinekdopke (dibagi menjadi 2, pares pro toto dan totem pro tate), eupisme, hiperbola, alusio, antonomasia, perifrase, simile, sinestesia, aptronim, hipokorisme, dipersonifikasi, disfemisme, fabel, eponym, dan simbolik.

b. Gaya bahasa sindiran, terdiri dari: Ironi, sinisme, sarkasme, innuendo, dan satire.

c. Gaya bahasa penegasan, terdiri dari: Pleonasme, repetisi, paralelisme, klimaks, anti-klimaks, inversi, elepsi, retoris, koreksio, asimdeton, polisindeton, interupsi, eksklamasio, enumerasio, preterito, apofagis, pararima, aliterasi, tautologi, sigmatisme, antanaklasis, alonim, kolokasi, silepsis, dan zeugma.

d. Gaya bahasa pertentangan, terdiri dari: Paradoks, oksimoron, antithesis, kontradiksio interminis, anakronisme.

I.Gaya bahasa perbandingan
1. Metafora
Adalah majas yang memperbandingkan suatu benda dengan benda lain. Kedua benda yang diperbandingkan itu mempunyai sifat yang sama. Contoh-contoh:
– Dewi malam telah keluar dari peradaannya (dewi malam = bulan)
– Mereka telah menjadi sampah masyarakat (sampah masyarakat = manusia-manusia yang takberguna dalam masyarakat)
– Semangatnya berkobar-kobar untuk meneruskan perjuangannya (berkobar-kobar = semangat yang hebat diumpamakan dengan nyala api).



2. Personifikasi
Adalah majas yang menerapakan sifat-sifat manusia terhadap benda mati. Contoh-contoh:
– Saat ku melihat rembulan, dia seperti tersenyum kepadaku seakan-akan aku merayunya.
– Badai menderu-deru.
– Lautan mengamuk.
– Hatinya berkata bahwa perbuatan ini tak boleh dilakukannya.
– Angin melambai-lambai.
– Deru ombak memanggil-manggil para pemuda harapan bangsa.



3. Asosiasi
Gaya bahasa ini memberikan perbandingan terhadap sesuatu benda yang sudah disebutkan. Perbandingan itu menimbulkan asosiasi terhadap banda sehingga gambaran tentang benda atau hal yang disebutkan itu menjadi lebih jelas. Contoh-contoh:
– Semangatnya keras bagai baja.
– Pikirannya kusut bagai benang dilanda ayam.
– Suaranya merdu bagai buluh perindu.



4. Metonomia
Apabila sepatah kata atau sebuah nama yang berasosiasi dengan suatu benda dipakai untuk menggantikan benda yang dimaksud. Contoh-contoh:
– Ayah selalu mengisap Djarum Super (Djarum Super adalah merk rokok). Mengisap Djarum Super artinya mengisap rokok merk Djarum Super.
– Pak guru mengendarai Kijang (Kijang adalah jenis mobil). Mengendarai Kijang artinya mengendarai mobil jenis Kijang.
– Ayah mengendarai Vespa (Vespa adalah merk skuter). Mengendarai Vespa artinya mengendarai skuter merk Vespa.



5. Litotes
Apabila kita menggunakan kata yang berlawanan artinya dengan yang dimaksud dengan merendahkan diri terhadap orang yang berbicara. Contoh-contoh:
– Sekali-kali datanglah ke gubuk reyotku.
– Wanita itu parasnya tidak jelek.
– Akan kutunggu engkau di bilikku yang kumuh di desa.



6. Hiperbola
Adalah sepatah kata yang diganti dengan kata lain yang memberikan pengertian lebih hebat dapipada kata lain. Contoh-contoh:
– Harga-harga sudah meroket.
– Ketika mendengar berita itu, mereka terkejut setengah mati.



7. Antonomasia
Majas perbandingan yang menyebutkan sesuatu bukan dengan nama asli dari benda tersebut, melainkan dari salah satu sifat benda tersebut. Contoh-contoh:
– Hei Jangkung!
– Si Pintar
– Si Gemuk
– Si Kurus

II. Gaya Bahasa Sindiran
1. Ironi
Ialah salah satu majas sindiran yang dikatakan sebaliknya dari apa yang sebenarnya dengan maksud menyindir orang dan diungkapkan secara halus. Contoh-contoh:
– Hambur-hamburkan terus uangmu itu agar bias menjadi jutawan.
– Kota Bandung sangatlah indah dengan sampah-sampahnya.



2. Sarkasme
Gaya bahasa sindiran yang terkasar dimana memaki orang dengan kata-kata kasar dan tak sopan. Contoh:
– Soal semudah ini saja tidak bisa dikerjakan. Goblok kau!



III. Gaya Bahasa Penegasan
1. Pleonasme
Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan. Contoh-contoh:
– Dia turun ke bawah => Dia turun
– Dia naik ke atas => Dia naik



2. Paralelisme
Pengulangan kata-kata untuk menegaskan yang terdapat pada puisi. Bila kata yang diulang pada awal kalimat dinamakan anaphora, dan jika terdapat pada akhir kalimat dinamakan evipora. Contoh-contoh:
– Kau berkertas putih
Kau bertinta hitam
Kau beratus halaman
Kau bersampul rapi.
– Kalau kau mau aku akan datang
Jika kau menginginkan aku akan datang
Bila kau minta aku akan datang
Andai kau ingin aku akan datang


3. Interupsi
Gaya bahasa penegasan yang mempergunakan sisipan di tengah-tengah kalimat pokok, denagn maksud untuk menjelaskan sesuatu dalam kalimat tersebut. Contoh:
– Tiba-tiba Ia-kekasih itu- direbut oleh perempuan lain.



4. Retoris
Gaya bahasa penegasan ini mempergunakan kalimat Tanya-tak-bertanya. Sering menyatakan kesangsian atau bersifat mengejek. Contoh-contoh:
– Mana mungkin orang mati hidup lagi?!
– Inikah yang kau namai bekerja?!



5. Koreksio
Dipakai untuk membetulkan kembali apa yang salah diucapkan baik yang disengaja maupun tidak. Contoh-contoh:
– Dia adikku! Eh, bukan, dia kakakku!
– Gedung Sate berada di Kota Jakarta. Eh, bukan, Gedung Sate berada di Kota Bandung.



6. Asimdeton
Beberapa hal keadaan atau benda disebutkan berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung. Contoh:
– Meja, kursi, lemari ditangkubkan dalam kamar itu.

IV. Gaya Bahasa Pertentangan
1. Paradoks
Majas ini terlihat seolah-olah ada pertentangan. Contoh:
– Gajinya besar, tapi hidupnya melarat.

Artinya, uang cukup, tetapi jiwanya menderita.


2. Antitesis
Majas pertentangan yang menggunakan paduan kata yang berlawanan arti. Contoh:
– Tua muda, besar kecil, semuanya hadir di tempat itu.



3. Kontradiksio Interminis
Yaitu majas yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang sudahdikatakan semula. Apa yang sudah dikatakan, disangkal lagi oleh ucapan kemudian. Contoh:
– Semuanya sudah hadir, kecuali Si Amir.
Kalau masih ada yang belum hadir, mengapa dikatakan “semua” sudah hadir.

April 26, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

MUHAMMAD SEBAGAI SUPER MANAJER PENDIDIKAN

Muhammad Saw Sebagai Super
Manajer Pendidikan

Berbicara tentang pendidikan, maka Rasulullah sebagai orang pertama yang patut diteladani. Manajemen pendidikan yang dicipta oleh Rasulullah sangat lengkap dan bersifat konstan (tetap. Bisa digunakan sampai sekarang dan nanti). Dalam dunia nyata Nabi Muhammad berada di peringkat pertama khususnya dalam hal pendidikan tetapi sebenarnya Rasulullah berada di peringkat ketiga.
Al Gazalī dalam Al Qistas Al Mustaqim, menyebutkan bahwa Allah sebagai pendidik pertama, Jibril sebagai pendidik kedua dan Rasulullah sebagai pendidik ketiga. Allah sebagai Yang Maha Pendidik menduduki rangking pertama, karena Dialah yang mendidik semua makhluk. Malaikat Jibril mendidik Rasulullah dan Rasulullah mendidik umatnya. Dengan demikian, manusia biasa menduduki urutan keempat dalam konsep pendidikan Islam.
Rasulullah Saw mengajar atau memenej pendidikan dengan sangat perfek dengan tuntunan langsung dari Allah melalui Malaikat Jibril walaupun pada masa itu belum ada Madrasah.

Pendidikan Pada Masa Nabi Muhammad Saw
Ketika Muhammad baru diangkat menjadi Rasulullah, Beliau sangat sulit untuk menyampaikan risalah dari Allah Swt. Adat-istiadat dan bobroknya perilaku masyarakat Arab pada saat itu menjadi penghalang utama bagi Rasul dalam mendidik manusia kejalan yang benar. Tetapi Rasulullah punya manajemen tersendiri yang diatur sedemikian rupa atas izin Allah Swt. Pertama-tama beliau menyampaikan dakwahnya secara sembunyi-sembunyi. Ada kalanya beliau menyampaikan dakwah di perjalanan, tapi kerapkali juga dikediamannya; adakalanya dakwah Islam disampaikan kepada orang perorangan, tapi kalau situasj memungkinkan beliau juga tampil di hadapan jamaah. Orang yang pertamakali menyambut seruan Nabi Saw., adalah istri beliaul sendiri, Siti Khadijah, kemudian disusul oleh Ali bin Abi Thalib dan Abu Bakar Shidiq, kemudian beliau menyeru yang lainnya kepada Islam. Dakwah secara sembunyi-sembunyi (sirriyah) ini berlangsung selama tiga tahun. Darul Arqam (rumah kediaman sahabat, al-Arqam bin Abi Al-Arqam r.a.) sebagai tempat pertemuan dengan para sahabatnya. Praktek belajar-mengajar yang dilakukan Nabi Saw. ketika itu, betul-betul sudah terorganisir dengan rapi, sesuai dengan target yang hendak dicapai terhadap peserta didik. Jadi bukan hanya sekadar pemahaman, hafalan, dan pelaksanaan, tetapi lebih dari itu untuk melahirkan kader-kader pendidik. Maka kiranya tidak berlebihan jika saya berpendapat bahwa Darul Arqam itulah yang merupakan “lembaga pendidikan Islam” pertama yang diselenggarakan di kota Mekkah. Padahal Darul Arqam hanya merupakan rumah seorang sahabat bernama al-Arqam bin Abi al-Arqam r.a. yang digunakan oleh Nabi Saw., untuk menyampaikan ayat-ayat al-Qur’an dan mengajarkan agama kepada para pengikutnya, ketika situasinya tidak memungkinkan untuk menyampakan hal tersebut di muka umum.
Dan ketika masjid mulai didirikan, umat Islam tidak menyia-nyiakannya begitu saja. Masjid juga digunakan untuk proses belajar mengajar. Ruangan mesjid pun segera dimanfaatkan sebagai tempat berlangsungnya halaqah-halaqah al-dras.
Dalam perjalanan sejarah Islam yang panjang itu, para peneliti sejarah pendidikan Islam mencatat nama-nama lembaga pendidikan yang pernah muncul dalam sejarah Islam di masa Idasik dan telah memberi jasa besar bagi perkembangan intelektual dalam Islam. Lembaga-lembaga pendidikan itu di antaranya adalah seperti Dar al-Hikmah, al-Khanat, al-Bimaristan, ar-Ribath, dan lain-lain. Dalam perkembangannya, akhirnya muncul lembaga pendidikan yang tertata rapih dan proses pendidikan dan pengajarannya berlangsung secara lebih sistematis. Inilah yang disebut Madrasah, lembaga pendidikan yang dapat dikatakan sebagai puncak dari perkembangan lembaga pendidikan, tempat proses belajar-mengajar berlangsung dalam Islam.
Adapun tempat-tempat yang di gunakan sebagai sarana belajar umat Islam saat itu, antara lain:
a. Masjid
Masjid Nabawi merupakan tonggak sejarah amat penting bagi umat Islam. Di Masjid Nabawi itulah Nabi Saw. melaksanakan seluruh misi beliau dari mulai mengajar, latihan militer, diplomasi, musyawarah, dan seterusnya. Dengan kata lain, Nabi Saw. telah mencontohkan bagaimana sebuah masjid bisa bersifat multifungsi dan menjadi bagian penting dari pranata masyarakat Islam. Bahkan pada masa-masa lebih belakangan, ketika ruangan masjid tidak lagi memadai untuk kebutuhan kegiatan-kegiatan yang semakin beragam itu, maka untuk kebutuhan itu kaum muslimin mendirikan bangunan-bangunan tambahan di samping masjid, seperti lembaga pendidikan, termasuk di antaranya Madrasah.

b. Kuttab (menulis)
Pendidikan jenis kuttab ini pada mulanya diadakan di rumah-rumah guru. Setelah Nabi Saw. dan para sahabat membangun masjid, barulah ada kuttab yang didirikan di samping masjid. Selain itu ada juga kuttab yang didirikan terpisah dari masjid. Masa belajar di kuttab tidak ditentukan, bergantung kepada keadaan si anak. Anak yang cerdas dan rajin, akan lebih cepat menamatkan pelajarannya. Sebaliknya anak yang malas akan memakan waktu yang lama untuk menamatkan pelajarannya. Sistem pengajaran di kuttab ketika itu tidak berkelas. Para murid biasanya duduk bersila dan berkeliling menghadap guru.

c. Rumah Ulama
Tatkala lembaga-lembaga pendidikan sedikit atau banyak diintervensi oleh penguasa, kesempatan yang tersedia untuk belajar dan mengajar di lembaga pendidikan tidak selalu sama. Bisa terjadi seorang ulama tidak diperkenankan mengajar di lembaga-lembaga pendidikan yang terbuka, baik karena perbe-daan faham keagamaan maupun karena persoalan politik. Maka pada saat itulah sang ulama menjadikan rumah kediamannya sendiri sebagai lembaga pendidikan.

d. Halaqah
Halaqah adalah lingkaran belajar atau lebih tepatnya pertemuan rutin dari kelompok belajar yang tidak terlalu formal, namun cara ini sangat berpengaruh bagi Rasul untuk menyampaikan tarbiyah agama.
Seiring dengan perjalanan waktu tersebut, keluarlah barmacam hadits Nabi yang berhubungan erat dengan pendidikan, antara lain:
Menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi kaum Muslimin pria maupun wanita (Hadits riwayat Ibn Abd al-Barr).

Sebaik-baik sedekah adalah apabila seorang Muslim mempelajari ilmu, kemudian mengajarkannya pula kepada saudara-saudaranya sesama Muslim (Hadits riwayat Ibn Majah).

Keutamaan orang-orang yang berilmu di atas orang-orang yang beribadah adalah laksana bulan pada malam purnama di atas segala planet (Hadits riwayat Abu Na’am).

Iman itu telanjang, pakaiannya adalah taqwa, perhiasannya adalah malu, danbuahnya adalah ilmu (Hadits riwayat Bukhari).

Orang-orang yang berilmu adalah pewaris para Nabi (Hadits riwayat Al-Khatib).

Sifat-sifat yang harus dicontoh oleh pemimpin
pendidikan saat ini dari Rasulullah:
Sifat-sifat Rasul yang harus dimiliki oleh pendidik Muslim adalah: as Siddiq (benar dan jujur), al Amanah (dapat dipercaya), at Tablīg (menyampaikan), dan al Fatonah(cerdikdanbijaksana), ikhlas, pemaaf, kebersihan diri, zuhud, mengetahui tabiat pesertadidik, dan menguasai mata pelajaran.
Imam alghazali mangatakan, Mengikuti sahabat syara’, yaitu Rasullah SAW. Seorang pendidik tidak mencari ganjaran atau gaji atau terima kasih dengan perbuatannya. Tetapi melakukannya semata karena Allah dalam rangka mencari kedekatan denganNya.
Kemudian manajemen Rasulullah ini dilanjutkan oleh sahabatnya sampai kepada masa kejayaan Islam pada masa umayyah dan abbasyiah dimana melahirkan. Masa yang sangat gemilang dapat dicapai pada saat itu. Hal itu juga dihasilkan oleh sistem manajemen Rasul. Saat itu lahir banyak pemikir pendidikan Islam yang pada akhirnya jadi base kemajuan peradaban barat. Alkindy, Alkhawarizmi, Ibnu Sina, dan masih sangat banyak para pemikir lainnya yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai bangunan pada saat itu dengan arsiteksi modern yang diakui dunia hingga saat ini. Demikian pula dengan berbagai bidang ilmu lainnya seperti, matematika, kedokteran, fisika, astronomi, filsafat, dan lain-lain.

Persepsi Saya tentang Pendidikan Saat Ini
Para pemikir pendidikan hari ini telah jauh dari tutunan Muhammad Saw. Karena yang dipikirkan bukanlah keikhlasan tapi suatu yang dihasilkan dari suatu sistem yang berbentuk materi. Segala sesuatu dipertimbangkan untuk sebuah proyek yang menghasilkan keuntungan individual. Jujur, saya sangat pesimis dengan fenomena pendidikan saat ini.
Pendidikan yang dijalankan bukan dengan tuntunan yang telah dicontohkan Rasul akan berjalan dengan hasil sama dengan nol. Bila dibandingkan dengan manajemen Rasul, maka manajemen pendidikan sekarang tidak ada apa-apanya. Tetapi hal tersebut bisa kita ubah dengan memulai dari diri sendiri walau aplikasi atau hasilnya masih sangat lama akan terwujud. Wallahu a’lam basshawabi.

Februari 5, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

LEADERSHIP kepemimpinan

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil.
Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati & menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Menciptakan & menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia.
Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi dibanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah & memilih mana yang baik & mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik.
Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok & lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik & sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.

I.2 RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan, banyak permasalahan yang penulis dapatkan. Permasalahan tsb antara lain :
 Bagaimana Hakekat menjadi seorang pemimpin yang baik?
 Adakah teori – teori untuk menjadi pemimpin yang baik?
 Apa & bagaimana menjadi pemimpin yang melayani?
 Apa & bagaimana menjadi pemimpin sejati?
I.3 TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah
• Melatih mahasiswa menyusun makalah dalam upaya lebih meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas mahasiswa.
• Agar mahasiswa lebih memahami dan mendalami pokok bahasan khususnya tentang kepemimpinan(leadership).
I.4 METODE PENULISAN
Dari banyak metode yang penulis ketahui, penulis menggunakan metode kepustakaan. Pada zaman modern ini metode kepustakaan tidak hanya berarti pergi ke perpustakaan tapi dapat pula dilakukan dengan pergi ke warung internet (warnet). Penulis menggunakan metode ini karena jauh lebih praktis, efektif, efisien, serta sangat mudah untuk mencari bahan dan data – data tentang topik ataupun materi yang penulis gunakan untuk karya tulis ini.
I.5 RUANG LINGKUP
Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan yang penulis miliki maka ruang lingkup karya tulis ini terbatas pada pembahasan mengenai kepemimpinan (leadership) beserta teori dan gaya kepemimpinan.
BAB II
PEMBAHASAN

II.1 HAKIKAT KEPEMIMPINAN
Dalam kehidupan sehari – hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan lainnya.
Beberapa ahli berpandapat tentang Pemimpin, beberapa diantaranya :
• Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan.
• Menurut Robert Tanembaum, Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan.
• Menurut Davis and Filley, Pemimpin adalah seseorang yang menduduki suatu posisi manajemen atau seseorang yang melakukan suatu pekerjaan memimpin.
• Sedangakn menurut Pancasila, Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Dengan kata lain, beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah :
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan pap yang diinginkan pihak lainnya.”The art of influencing and directing meaninsuch away to abatain their willing obedience, confidence, respect, and loyal cooperation in order to accomplish the mission”. Kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhidan menggerakkan orang – orang sedemikian rupa untuk memperoleh kepatuhan, kepercayaan, respek, dan kerjasama secara royal untuk menyelesaikan tugas – Field Manual 22-100.
Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan apa yang diinginkan pihak lainnya. Ketiga kata yaitu pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan yang dijelaskan sebelumnya tersebut memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat – sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.
Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu :
– Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanakan administrasi dan menyediakan fasilitasnya.
– Fungsi sebagai Top Manajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing, directing, commanding, controling, dsb.
II.2 TEORI KEPEMIMPINAN
Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang kepada produktifitas organisasi secara keseluruhan. Dalam karya tulis ini akan dibahas tentang teori dan gaya kepemimpinan. Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain :
Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory )
Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ”The Greatma Theory”. Dalam perkembanganya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik, mental, dan kepribadian.
Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain :
 Kecerdasan
Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan rata – rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.
 Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial
Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.
 Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi
Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien.
 Sikap Hubungan Kemanusiaan
Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya
Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi
Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal.
o Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.
o Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat , bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.
Jadi, berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula.
Teori Kewibawaan Pemimpin
Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.
Teori Kepemimpinan Situasi
Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.
Teori Kelompok
Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya.
Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas, dapat diketahui bahwa teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style), yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat, keterampilan dan sikapnya. Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpan bersikap, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu.Gaya tersebut bisa berbeda – beda atas dasar motivasi , kuasa ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu.
Selain gaya kepemimpinan di atas masih terdapat gaya lainnya, seperti yang dibawah ini:
Otokratis
Kepemimpinan seperti ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya. Kekuasaan sangat dominan digunakan. Memusatkan kekuasaan dan pengambilan keputusan bagi dirinya sendiri, dan menata situasi kerja yang rumit bagi pegawai sehingga mau melakukan apa saja yang diperintahkan. Kepemimpinan ini pada umumnya negatif, yang berdasarkan atas ancaman dan hukuman. Meskipun demikian, ada juga beberapa manfaatnya antaranya memungkinkan pengambilan keputusan dengan cepat serta memungkinkan pendayagunaan pegawai yang kurang kompeten.
Partisipasif
Lebih banyak mendesentrelisasikan wewenang yang dimilikinya sehingga keputusan yang diambil tidak bersifat sepihak.
Demokrasi
Ditandai adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Di bawah kepemimpinan pemimpin yang demokrasis cenderung bermoral tinggi dapat bekerjasama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri.
Kendali Bebas
Pemimpin memberikan kekuasaan penuh terhadap bawahan, struktur organisasi bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif. Yaitu Pemimpin menghindari kuasa dan tanggung – jawab, kemudian menggantungkannya kepada kelompok baik dalam menetapkan tujuan dan menanggulangi masalahnya sendiri.
Menurut Hersey dan Blanchard (dalam Ludlow dan Panton,1996 : 18 dst), masing – masing gaya kepemimpinan ini hanya memadai dalam situasi yang tepat meskipun disadari bahwa setiap orang memiliki gaya yang disukainya sendiri dan sering merasa sulit untuk mengubahnya meskipun perlu.
Banyak studi yang sudah dilakukan untuk melihat gaya kepemimpinan seseorang. Salah satunya yang terkenal adalah yang dikemukakan oleh Blanchard, yang mengemukakan 4 gaya dari sebuah kepemimpinan. Gaya kepemimpinan ini dipengaruhi oleh bagaimana cara seorang pemimpin memberikan perintah, dan sisi lain adalah cara mereka membantu bawahannya. Keempat gaya tersebut adalah
Directing
Gaya tepat apabila kita dihadapkan dengan tugas yang rumit dan staf kita belum memiliki pengalaman dan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut. Atau apabila anda berada di bawah tekanan waktu penyelesaian. Kita menjelaskan apa yang perlu dan apa yang harus dikerjakan. Dalam situasi demikian, biasanya terjadi over-communicating (penjelasan berlebihan yang dapat menimbulkan kebingungan dan pembuangan waktu). Dalam proses pengambilan keputusan, pemimpin memberikan aturan –aturan dan proses yang detil kepada bawahan. Pelaksanaan di lapangan harus menyesuaikan dengan detil yang sudah dikerjakan.
Coaching
Pemimpin tidak hanya memberikan detil proses dan aturan kepada bawahan tapi juga menjelaskan mengapa sebuah keputusan itu diambil, mendukung proses perkembangannya, dan juga menerima barbagai masukan dari bawahan. Gaya yang tepat apabila staf kita telah lebih termotivasi dan berpengalaman dalam menghadapi suatu tugas. Disini kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengerti tentang tugasnya, dengan meluangkan waktu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan mereka.

Supporting
Sebuah gaya dimana pemimpin memfasiliasi dan membantu upaya bawahannya dalam melakukan tugas. Dalam hal ini, pemimpin tidak memberikan arahan secara detail, tetapi tanggung jawab dan proses pengambilan keputusan dibagi bersama dengan bawahan. Gaya ini akan berhasil apabila karyawan telah mengenal teknik – teknik yang dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan anda. Dalam hal ini kita perlumeluangkan waktu untuk berbincang – bincang, untuk lebih melibatkan mereka dalam penganbilan keputusan kerja, serta mendengarkan saran – saran mereka mengenai peningkatan kinerja.
Delegating
Sebuah gaya dimana seorang pemimpin mendelegasikan seluruh wewenang dan tanggung jawabnya kepada bawahan. Gaya Delegating akan berjalan baik apabila staf kita sepenuhnya telah paham dan efisien dalm pekerjaan, sehingga kita dapat melepas mereka menjalankan tugas atau pekerjaan itu atas kemampuan dan inisiatifnya sendiri.
Keempat gaya ini tentu saja mempunyai kelemahan dan kelebihan, serta sangat tergantung dari lingkungan di mana seorang pemimpin berada, dan juga kesiapan dari bawahannya. Maka kemudian timbul apa yang disebut sebagai ”situational leadership”. Situational leadership mengindikasikan bagaimana seorang pemimpin harus menyesuaikan keadaan dari orang – orang yang dipimpinnya.
Ditengah – tengah dinamika organisasi (yang antara lain diindikasikan oleh adanya perilaku staf / individu yang berbeda – beda), maka untuk mencapai efektivitas organisasi, penerapan keempat gaya kepemimpinan diatas perlu disesuaikan dengan tuntutan keadaan. Inilah yang dimaksud dengan situasional lesdership,sebagaimana telah disinggung di atas. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa untuk dapat mengembangkan gaya kepemimpinan situasional ini, seseorang perlu memiliki tiga kemampuan khusus yakni :
 Kemampuan analitis (analytical skills) yakni kemampuan untuk menilai tingkat pengalaman dan motivasi bawahan dalam melaksanakan tugas.
 Kemampuan untuk fleksibel (flexibility atau adaptability skills) yaitu kemampuan untuk menerapkan gaya kepemimpinan yang paling tepat berdasarkan analisa terhadap situasi.
 Kemampuan berkomunikasi (communication skills) yakni kemampuan untuk menjelaskan kepada bawahan tentang perubahan gaya kepemimpinan yang kita terapkan.
Ketiga kemampuan di atas sangat dibutuhkan bagi seorang pemimpin, sebab seorang pemimpin harus dapat melaksanakan tiga peran utamanya yakni peran interpersonal, peran pengolah informasi (information processing), serta peran pengambilan keputusan (decision making) (Gordon, 1996 : 314-315).
Peran pertama meliputi :
Peran Figurehead  Sebagai simbol dari organisasi
Leader Berinteraksi dengan bawahan, memotivasi dan mengembangkannya
Liaison  Menjalin suatu hubungan kerja dan menangkap informasi untuk kepentingan organisasi.
Sedangkan peran kedua terdiri dari 3 peran juga yakni :
Monitior  Memimpin rapat dengan bawahan, mengawasi publikasi perusahaan, atau berpartisipasi dalam suatu kepanitiaan.
Disseminator  Menyampaikan informasi, nilai – nilai baru dan fakta kepada bawahan.
Spokeman  Juru bicara atau memberikan informasi kepada orang – orang di luar organisasinya.
Peran ketiga terdiri dari 4 peran yaitu :
Enterpreneur  Mendesain perubahan dan pengembangan dalam organisasi.
Disturbance Handler  Mampu mengatasi masalah terutama ketika organisasi sedang dalam keadaan menurun.
Resources Allocator  Mengawasi alokasi sumber daya manusia, materi, uang dan waktu dengan melakukan penjadwalan, memprogram tugas – tugas bawahan, dan mengesahkan setiap keputusan.
Negotiator  Melakukan perundingan dan tawar – menawar.
Dalam perspektif yang lebih sederhana, Morgan ( 1996 : 156 ) mengemukakan 3 macam peran pemimpin yang disebut dengan 3A, yakni :
Alighting  Menyalakan semangat pekerja dengan tujuan individunya.
Aligning  Menggabungkan tujuan individu dengan tujuan organisasi sehingga setiap orang menuju ke arah yang sama.
Allowing  Memberikan keleluasaan kepada pekerja untuk menantang dan mengubah cara kerja mereka.
Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadi luar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin, pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yang dipimpin.
Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Maka jika ingin menjadi pemimpin yang baik jangan pikirkan orang lain, pikirkanlah diri sendiri dulu. Tidak akan bisa mengubah orang lain dengan efektif sebelum merubah diri sendiri. Bangunan akan bagus, kokoh, megah, karena ada pondasinya. Maka sibuk memikirkan membangun umat, membangun masyarakat, merubah dunia akan menjadi omong kosong jika tidak diawali dengan diri sendiri. Merubah orang lain tanpa merubah diri sendiri adalah mimpi mengendalikan orang lain tanpa mengendalikan diri.
II.3 KEPEMIMPINAN YANG MELAYANI
Merenungkan kembali arti makna kepemimpinan, sering diartikan kepemimpinan adalah jabatan formal, yang menuntut untuk mendapat fasilitas dan pelayanan dari konstituen yang seharusnya dilayani. Meskipun banyak di antara pemimpin yang ketika dilantik mengatakan bahwa jabatan adalah sebuah amanah, namun dalam kenyataannya sedikit sekali atau bisa dikatakan hampir tidak ada pemimpin yang sungguh – sungguh menerapkan kepemimpinan dari hati, yaitu kepemimpinan yang melayani.
A. Karakter Kepemimpinan
Hati Yang Melayani
Kepemimpianan yang melayani dimulai dari dalam diri kita. Kepemimpinan menuntut suatu transformasi dari dalam hati dan perubahan karakter. Kepemimpinan yang melayani dimulai dari dalam dan kemudian bergerak keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorang pemimpin untuk menjadi pemimpin yang diterima oleh rakyat yang dipimpinnya. Kembali kita saksikan betapa banyak pemimpin yang mengaku wakil rakyat ataupun pejabat publik, justru tidak memiliki integritas sama sekali, karena apa yang diucapkan dan dijanjikan ketika kampanye dalam pemilu tidak sama dengan yang dilakukan ketika sudah duduk nyaman di kursinya.

B. Metode Kepemimpinan
Kepala Yang Melayani
Seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki hati atau karakter semata, tapi juga harus memiliki serangkaian metode kepemimpinan agar dapat menjadi pemimpin yang efektif. Banyak sekali pemimpin memiliki kualitas sari aspek yang pertama yaitu karakter dan integritas seorang pemimpin, tetapi ketika menjadi pimpinan formal, justru tidak efektif sama sekali karena tidak memiliki metode kepemimpinan yang baik. Contoh adalah para pemimpin yang diperlukan untuk mengelola mereka yang dipimpinnya.
C. Perilaku Kepemimpinan
Tangan Yang Melayani
Pemimpin yang melayani bukan sekedar memperlihatkan karakter dan integritas, serta memiliki kemampuan metode kepemimpinan, tapi dia harus menunjukkan perilaku maupun kebiasaan seorang pemimpin. Dalam buku Ken Blanchard disebutka perilaku seorang pemimpin, yaitu :
Pemimpin tidak hanya sekedar memuaskan mereka yang dipimpin, tapi sungguh – sungguh memiliki kerinduan senantiasa untuk memuaskan Tuhan. Artinya dia hidup dalam perilaku yang sejalan dengan firman Tuhan. Dia memiliki misi untuk senantiasa memuliakan Tuhan dalam setiap apa yang dipikirkan, dikatakan, dan diperbuatnya.
Pemimpin focus pada hal – hal spiritual dibandingkan dengan sekedar kesuksesan duniawi. Baginya kekayaan dan kemakmuran adalah untuk dapat memberi dan beramal lebih banyak. Apapun yang dilakukan bukan untuk mendapat penghargaan, tapi melayani sesamanya. Dan dia lebih mengutamakan hubungan atau relasi yang penuh kasih dan penghargaan, dibandingkan dengan status dan kekuasaan semata.
Pemimpin sejati senantiasa mau belajar dan bertumbuh dalam berbagai aspek , baik pengetahuan, kesehatan, keuangan, relasi, dsb. Setiap harinya senantiasa menyelaraskan (recalibrating ) dirinya terhadap komitmen untuk melayani Tuhan dan sesame. Melalui solitude (keheningan), prayer (doa), dan scripture (membaca Firman Tuhan ).

II.4 KEPEMIMPINAN SEJATI
Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarga, bagi lingkungan pekerjaan, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. ” I don’t think you have to be waering stars on your shoulders or a title to be leadar. Anybody who want to raise his hand can be a leader any time”,dikatakan dengan lugas oleh General Ronal Fogleman,Jenderal Angkatan Udara Amerika Serikat yang artinya Saya tidak berpikir anda menggunakan bintang di bahu anda atau sebuah gelar pemimpin. Orang lainnya yang ingin mengangkat tangan dapat menjadi pemimpin di lain waktu.
Sering kali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka yang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dam maximizer.
Sebuah jenis kepemimpinan yaitu Q Leader memiliki 4 makna terkait dengan kepemimpinan sejati, yaitu :
Q berarti kecerdasan atau intelligence. Seperti dalam IQ berarti kecerdasan intelektual,EQ berarti kecerdasan emosional, dan SQ berarti kecerdasan spiritual. Q leader berarti seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan IQ,EQ,SQ yang cukup tinggi.
Q leader berarti kepemimpinan yang memiliki kualitas(quality), baik dari aspek visioner maupun aspek manajerial.
Q leader berarti seorang pemimpin yang memiliki qi ( dibaca ‘chi’ dalam bahasa Mandarin yang berarti kehidupan).
Q keempat adalah qolbu atau inner self. Seorang pemimpin sejati adalah seseorang yang sungguh – sungguh mengenali dirinya (qolbunya) dan dapat mengelola dan mengendalikannya (self management atau qolbu management).
Menjadi seorang pemimpin Q berarti menjadi seorang pemimpin yang selalu belajar dan bertumbuh senantiasa untuk mencapai tingkat atau kadar Q (intelligence-quality-qi-qolbu) yang lebih tinggi dalam upaya pencapaian misi dan tujuan organisasi maupun pencapaian makna kehidupan setiap pribadi seorang pemimpin.
BAB III
PENUTUP
III.1 KESIMPULAN
Kata pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat – sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.
Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk memperbaiki orang lain.
Pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out).
III.2 SARAN
Sangat diperlukan sekali jiwa kepemimpinan pada setiap pribadi manusia. Jiwa kepemimpinan itu perlu selalu dipupuk dan dikembangkan. Paling tidak untuk memimpin diri sendiri.
Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadi luar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin, pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yang dipimpin.

DAFTAR PUSTAKA

 Internet : http://www.WoldPress.com, Makalah Kepemimpinan, Theme: Garland by Steven Wittens and Stefan Nagtegaal.

 Kumolo Tjahjo, Menjawab Tentang Kepemimpinan Nasional. PARRHESIA INSTITUT, 2008

Februari 3, 2009 Posted by | Uncategorized | | Tinggalkan komentar

ALIRAN-ALIRAN FIQH DAN USHUL FIQH. MAZHAB SYAFI’I,HAMBALI,MALIKI,HANAFI, DAN ZAHIRI. ASY’ARIYAH,JABARIYAH,MU’TAZILAH, DAN QADARIYAH.

ALIRAN-ALIRAN DALAM FIQH DAN
USHUL FIQH
Aliran Asy’ariyah
Al-Asy’ari lahir di Basra, namun sebagian besar hidupnya di Baghdad. Asy’ari sempat berguru pada guru Mu’tazilah terkenal, yaitu al-Jubba’i, namun pada tahun 912 dia mengumumkan keluar dari paham Mu’tazilah, dan mendirikan teologi baru yang kemudian dikenal sebagai Asy’ariah. Banyak tokoh pemikir Islam yang mendukung pemikiran-pemikiran dari imam ini, salah satunya yang terkenal adalah “Sang hujatul Islam” Imam Al-Ghazali, terutama di bidang ilmu kalam/ilmu tauhid/ushuludin.
Perbedaan asy’ariah dengan ahlussunnah
orang-orang Asy’ariy percaya bahwa imaan dalam hati dan statis dalam hati, mereka tidak percaya bahwa kita bisa menjadi kafir setelah menjadi Muslim.

Ahlus Sunnah Wal Jama’ah percaya bahwa imaan adalah perkataan dan perbuatan serta niyyah (di dalam hati), juga bertambah dan berkurang, Ibnu Taimiyyah berkata,

“Imaan adalah perkataan dan perbuatan dengan anggota tubuh, dan keyakinan dalam hati.”

Selanjutnya salah satu kesalahan Asy’ariyyah dan Maturidiyyah adalah bahwa mereka membedakan antara iman dari perbuatan. Nabi SAW. menjelaskan sebagaimana yang diriwayatkan oleh ‘Umar Ibnu Khattab sebagaiman dia SAW. berbicara kepada Jibril a.s. bahwa, “Islam adalah mengucapkan “laa ilaaha illaLlah”, melakukan shalat, membayar zakat, berpuasa ramadhan dan menunaikan haji…,” dan dia berkata dalam hadits yang sama bahwa “Imaan adalah beriman kepada Allah, kitabNya dan Rasulnya…”

Karena hadits ini, orang-orang Asy’ariy membedakan Islam dan Imaan, membedakannya dan mereka mempelajari masalah-masalah perbuatan dalam konteks (masuk dalam pembahasan) Syari’ah dan belajar masalah-masalah iman dalam pembahasan atau konteks aqidah.

Pada Aqidah mereka mengatakan bahwa itu adalah apa yang ditegaskan (tasdiq) dan berdasarkan hanya pada dalil yang qhat’i bukan zhanni, walaupun mereka mengambil dalil zanni untuk masalah syari’ah.

Ahlus Sunnah Wal Jama’ah mempunyai talazum (penyatuan) antara aqidah dan syari’ah. Selanjutnya, pada aqidah, asy’ariyyah percaya bahwa tidak ada taqlid dalam aqidah, tetapi taqlid hanya ada pada syari’ah. Mereka mengatakan bahwa aqidah harus berdasarkan pada pendirian setiap individu. Ini adalah perkataan imam Al-Maturidiy.

Ahlus Sunnah percaya dalam ittba’, mengikuti kehidupan Ulama, Allah SWT berfirman,

“Bertanyalah kepada Ahluz zikr jika kamu tidak tahu.”

Aliran Jabariyah

1. Latar Belakang Lahirnya Jabariyah

Secara bahasa Jabariyah berasal dari kata jabara yang mengandung pengertian memaksa. Di dalam kamus Munjid dijelaskan bahwa nama Jabariyah berasal dari kata jabara yang mengandung arti memaksa dan mengharuskannya melakukan sesuatu. Salah satu sifat dari Allah adalah al-Jabbar yang berarti Allah Maha Memaksa. Sedangkan secara istilah Jabariyah adalah menolak adanya perbuatan dari manusia dan menyandarkan semua perbuatan kepada Allah. Dengan kata lain adalah manusia mengerjakan perbuatan dalam keadaan terpaksa (majbur).

Menurut Harun Nasution Jabariyah adalah paham yang menyebutkan bahwa segala perbuatan manusia telah ditentukan dari semula oleh Qadha dan Qadar Allah. Maksudnya adalah bahwa setiap perbuatan yang dikerjakan manusia tidak berdasarkan kehendak manusia, tapi diciptakan oleh Tuhan dan dengan kehendak-Nya, di sini manusia tidak mempunyai kebebasan dalam berbuat, karena tidak memiliki kemampuan. Ada yang mengistilahlkan bahwa Jabariyah adalah aliran manusia menjadi wayang dan Tuhan sebagai dalangnya.

Adapun mengenai latar belakang lahirnya aliran Jabariyah tidak adanya penjelelasan yang sarih. Abu Zahra menuturkan bahwa paham ini muncul sejak zaman sahabat dan masa Bani Umayyah. Ketika itu para ulama membicarakan tentang masalah Qadar dan kekuasaan manusia ketika berhadapan dengan kekuasaan mutlak Tuhan. Adapaun tokoh yang mendirikan aliran ini menurut Abu Zaharah dan al-Qasimi adalah Jahm bin Safwan, yang bersamaan dengan munculnya aliran Qadariayah.

Pendapat yang lain mengatakan bahwa paham ini diduga telah muncul sejak sebelum agama Islam datang ke masyarakat Arab. Kehidupan bangsa Arab yang diliputi oleh gurun pasir sahara telah memberikan pengaruh besar dalam cara hidup mereka. Di tengah bumi yang disinari terik matahari dengan air yang sangat sedikit dan udara yang panas ternyata dapat tidak memberikan kesempatan bagi tumbuhnya pepohonan dan suburnya tanaman, tapi yang tumbuh hanya rumput yang kering dan beberapa pohon kuat untuk menghadapi panasnya musim serta keringnya udara.

2. Ajaran-ajaran Jabariyah

Adapun ajaran-ajaran Jabariyah dapat dibedakan berdasarkan menjadi dua kelompok, yaitu ekstrim dan moderat.

Pertama, aliran ekstrim. Di antara tokoh adalah Jahm bin Shofwan dengan pendaptnya adalah bahwa manusia tidak mempu untuk berbuat apa-apa. Ia tidak mempunyai daya, tidak mempunyai kehendak sendiri, dan tidak mempunyai pilihan. Pendapat Jahm tentang keterpaksaan ini lebih dikenal dibandingkan dengan pendapatnya tentang surga dan neraka, konsep iman, kalam Tuhan, meniadakan sifat Tuhan, dan melihat Tuhan di akherat. Surga dan nerka tidak kekal, dan yang kekal hanya Allah. Sedangkan iman dalam pengertianya adalah ma’rifat atau membenarkan dengan hati, dan hal ini sama dengan konsep yang dikemukakan oleh kaum Murjiah. Kalam Tuhan adalah makhluk. Allah tidak mempunyai keserupaan dengan manusia seperti berbicara, mendengar, dan melihat, dan Tuhan juga tidak dapat dilihat dengan indera mata di akherat kelak. Aliran ini dikenal juga dengan nama al-Jahmiyyah atau Jabariyah Khalisah.

Ja’ad bin Dirham, menjelaskan tentang ajaran pokok dari Jabariyah adalah Alquran adalah makhluk dan sesuatu yang baru dan tidak dapat disifatkan kepada Allah. Allah tidak mempunyai sifat yang serupa dengan makhluk, seperti berbicara, melihat dan mendengar. Manusia terpaksa oleh Allah dalam segala hal.

Dengan demikian ajaran Jabariyah yang ekstrim mengatakan bahwa manusia lemah, tidak berdaya, terikat dengan kekuasaan dan kehendak Tuhan, tidak mempunyai kehendak dan kemauan bebas sebagaimana dimilki oleh paham Qadariyah. Seluruh tindakan dan perbuatan manusia tidak boleh lepas dari scenario dan kehendak Allah. Segala akibat, baik dan buruk yang diterima oleh manusia dalam perjalanan hidupnya adalah merupakan ketentuan Allah.

Kedua, ajaran Jabariyah yang moderat adalah Tuhan menciptakan perbuatan manusia, baik itu positif atau negatif, tetapi manusia mempunyai bagian di dalamnya. Tenaga yang diciptakan dalam diri manusia mempunyai efek untuk mewujudkan perbuatannya. Manusia juga tidak dipaksa, tidak seperti wayang yang dikendalikan oleh dalang dan tidak pula menjadi pencipta perbuatan, tetapi manusia memperoleh perbuatan yang diciptakan tuhan. Tokoh yang berpaham seperti ini adalah Husain bin Muhammad an-Najjar yang mengatakan bahwa Tuhan menciptakan segala perbuatan manusia, tetapi manusia mengambil bagian atau peran dalam mewujudkan perbuatan-perbuatan itu dan Tuhan tidak dapat dilihat di akherat. Sedangkan adh-Dhirar (tokoh jabariayah moderat lainnya) pendapat bahwa Tuhan dapat saja dilihat dengan indera keenam dan perbuatan dapat ditimbulkan oleh dua pihak.

Aliran Qadariyah

1. Latar Belakang Lahirnya Aliran Qadariyah

Pengertian Qadariyah secara etomologi, berasal dari bahasa Arab, yaitu qadara yang bemakna kemampuan dan kekuatan. Adapun secara termenologi istilah adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia tidak diinrvensi oleh Allah. Aliran-aliran ini berpendapat bahwa tiap-tiap orang adalah pencipta bagi segala perbuatannya, ia dapat berbuat sesuatu atau meninggalkannya atas kehendaknya sendiri. Aliran ini lebih menekankan atas kebebasan dan kekuatan manusia dalam mewujudkan perbutan-perbutannya. Harun Nasution menegaskan bahwa aliran ini berasal dari pengertian bahwa manusia menusia mempunyai kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya, dan bukan berasal dari pengertian bahwa manusia terpaksa tunduk pada qadar Tuhan.

Menurut Ahmad Amin sebagaimana dikutip oleh Dr. Hadariansyah, orang-orang yang berpaham Qadariyah adalah mereka yang mengatakan bahwa manusia memiliki kebebasan berkehendak dan memiliki kemampuan dalam melakukan perbuatan. Manusia mampu melakukan perbuatan, mencakup semua perbuatan, yakni baik dan buruk.

Sejarah lahirnya aliran Qadariyah tidak dapat diketahui secara pasti dan masih merupakan sebuah perdebatan. Akan tetepi menurut Ahmad Amin, ada sebagian pakar teologi yang mengatakan bahwa Qadariyah pertama kali dimunculkan oleh Ma’bad al-Jauhani dan Ghilan ad-Dimasyqi sekitar tahun 70 H/689M.

Ibnu Nabatah menjelaskan dalam kitabnya, sebagaimana yang dikemukakan oleh Ahmad Amin, aliran Qadariyah pertama kali dimunculkan oleh orang Irak yang pada mulanya beragama Kristen, kemudian masuk Islam dan kembali lagi ke agama Kristen. Namanya adalah Susan, demikian juga pendapat Muhammad Ibnu Syu’ib. Sementara W. Montgomery Watt menemukan dokumen lain yang menyatakan bahwa paham Qadariyah terdapat dalam kitab ar-Risalah dan ditulis untuk Khalifah Abdul Malik oleh Hasan al-Basri sekitar tahun 700M.

Ditinjau dari segi politik kehadiran mazhab Qadariyah sebagai isyarat menentang politik Bani Umayyah, karena itu kehadiran Qadariyah dalam wilayah kekuasaanya selalu mendapat tekanan, bahkan pada zaman Abdul Malik bin Marwan pengaruh Qadariyah dapat dikatakan lenyap tapi hanya untuk sementara saja, sebab dalam perkembangan selanjutnya ajaran Qadariyah itu tertampung dalam Muktazilah.

2. Ajaran-ajaran Qadariyah

Harun Nasution menjelaskan pendapat Ghalian tentang ajaran Qadariyah bahwa manusia berkuasa atas perbuatan-perbutannya. Manusia sendirilah yang melakukan baik atas kehendak dan kekuasaan sendiri dan manusia sendiri pula yang melakukan atau menjauhi perbuatan-perbutan jahat atas kemauan dan dayanya sendiri. Tokoh an-Nazzam menyatakan bahwa manusia hidup mempunyai daya, dan dengan daya itu ia dapat berkuasa atas segala perbuatannya.

Dengan demikian bahwa segala tingkah laku manusia dilakukan atas kehendaknya sendiri. Manusia mempunyai kewenangan untuk melakukan segala perbuatan atas kehendaknya sendiri, baik berbuat baik maupun berbuat jahat. Oleh karena itu, ia berhak mendapatkan pahala atas kebaikan yang dilakukannya dan juga berhak pula memperoleh hukuman atas kejahatan yang diperbuatnya. Ganjaran kebaikan di sini disamakan dengan balasan surga kelak di akherat dan ganjaran siksa dengan balasan neraka kelak di akherat, itu didasarkan atas pilihan pribadinya sendiri, bukan oleh takdir Tuhan. Karena itu sangat pantas, orang yang berbuat akan mendapatkan balasannya sesuai dengan tindakannya.

Faham takdir yang dikembangkan oleh Qadariyah berbeda dengan konsep yang umum yang dipakai oleh bangsa Arab ketika itu, yaitu paham yang mengatakan bahwa nasib manusia telah ditentukan terlebih dahulu. Dalam perbuatannya, manusia hanya bertindak menurut nasib yang telah ditentukan sejak azali terhadap dirinya. Dengan demikian takdir adalah ketentuan Allah yang diciptakan-Nya bagi alam semesta beserta seluruh isinya, sejak azali, yaitu hokum yang dalam istilah Alquran adalah sunnatullah.

Secara alamiah sesungguhnya manusia telah memiliki takdir yang tidak dapat diubah. Manusia dalam demensi fisiknya tidak dapat bebruat lain, kecuali mengikuti hokum alam. Misalnya manusia ditakdirkan oleh Tuhan kecuali tidak mempunyai sirip seperti ikan yang mampu berenang di lautan lepas. Demikian juga manusia tidak mempunyai kekuatan seperti gajah yang mampu membawa barang seratus kilogram.

Aliran Mu’tazilah.

1. Pengertian Mu’tazilah.
Kata mu’tazilah diambil dari bahasa Arab yang berarti memisahkan atau menyingkirakan. Menurut Ahmad Warson, kata azala dan azzala mempunyai arti yang sama dengan kata asalnya. Arti yang sama juga akan kita temui di munjid, meskipun ia menambahkan satu arti yaitu mengusir.
Kenapa Hasan Bashri mengatakan “ I’tazala anna washil” bukan dengan “in’azala anna Washil”, ini karena konotasi yang kedua menunjukkan perpisahan secara menyeluruh, sedangkan Washil memang hanya terpisah hanya dari pengajian gurunya, sedangkan mereka tetap menjalin silaturrahmi hingga gurunya wafat.
Setelah kita mempelajari mu’tazilah, sejarah dan ajarannya kita akan melihat bahwa sebagian besar sejarawan setuju berbagai hal tentang mu’tazilah
1. mu’tazilah adalah aliran kalam.
2. dipimpin oleh Washil bin Atho pada awalnya.
3. lahir pada masa Daulah Bani umayyah.
4. mempunyai lima ajaran dasar.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa mu’tazilah adalah aliran teologi yang muncul pada masa Bani Umyyah berkisar antara 115-110 H, dipimpin oleh Washil bin Atho. Yang menganut lima ajaran dasar.


2. Sejarah Kelahiran
Telah disebutkan diatas bahwa pertikaian politik telah meningkat menjadi masalah teologi yang seterusnya sejarawan mencatat lahirnya golongan khawarij. Golongan ini membahas tenang perbuatan ali, Mu’awiyah dan orang-orang yang bersama mereka. Mereka menganggap bahwa Ali dan pengikutnya, juga Mu’awiyah dan pengikutnya adalah kafir karena telah melakukan dosa besar masalah dosa besar inilah yangmenjadi puncak rangsangan terhadap lahirnya mu’tazilah.

Di Bashrah, pada akhir abad I H, dikenal seorang ulama besar bernama Hasan Bashri (w 110 H). ia mempunyai murid bernama Washil bin Atho (80-131 H).
Pada suatu hari seorang bernama Qradah bin Da’mah datang kepengajian Hasan dan bertanya” wahai pemimpin agama pada saat ini telah ada golongan yang mengkafirkan pendosa besar yaitu waidiyah khawarij, juga ada golongan yang menangguhkan huku atas pendosa besar dan menganggap dosa besar tidak berpengaruh terhadap iman, yaitu murji’ah. Bagaimana kami beri’tiqad?”.
Hasan terdiam sejenak untuk memikirkan jawabannya, pada saat itulah Washil mengutarakn jawabannya “ aku tidak mengatakan pendosa besar sebagai mu’min tidak juga sebagai kafir secara mutlak tapi ia berposisi diantara keduanya”.
Dalam penuturan As-Syahrastani, kemudian Washil bangkit dan meninggalkan pengjian itu, ia pergi ke salah satu sidit masjid dan menegaskan jawabannya. Melihat ini Hasanpun berkata “ washil telah memisahkan diri dari kita”.
Adapun menurut Al-Baghdadi yang dikutip oleh Harun nsution, bahwa Washil sebenarnya diusir oleh gurunya. Pendapat ini juga didukung oleh Ali Musthafa. Harun melanjutkan sebenarnya telah terjadi perselisihan faham antara keduanya sebelum kejadian itu, salah satu masalahnya dalah mengenai qadar. Masalah dosa besar hanyalah puncak perselisihan pendapat antara keduanya hingga Washil meniggalkan pengajian Hasan Bashri.
Memahami bahwa Washil diusir oleh gurunya adalah hal yang sangat logis pada saat itu, karena seorang murid tidak boleh boleh mendahului dan menentang pendapat gurunya.
Setelah kejadian itu nama Mu’tazilah menjadi terkenal di Bashrah, pendapat ini adalah pendapat paling popular dikalangan sejarawan. Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa ketika Qatadah dating ke masjid washil dan amr bin ubaid telah memisahkan diri dari gurunya. Qatadah dating dan menghampiri salah satu pengajian disudut masjid. Ketika ia mengetahui itu bukanlah pengajian Hasan iapun pergi dan berkata” ini adalah golongan Mu’tazila (yang memisahkan diri)”. Pendapat ini diajukan oleh Taszy Zadah Al-Kubro. Sedangkan Ahmad Amin berpendapat bahwa mu’tazilahtelah ada sejak masa Utsman bin Affan.

3. Ajaran Mu’tazilah.
Mu’tazilah meletakkan seluruh ajaran mereka pada lima sendi dasar yaitu:
Pertama: at-tauhid
Seluruh mu’min memang harus mengesakan tuhan, tapi mu’tazilah karena kegigihan mereka dalam mempertahankan teori ini, dan juga karena mereka meniadakan sifat tuhan, sifat adalah dzatnya sendiri. Akhirnya mereka menjadikan tauhid sebagai dasar pertama.
Pengesaan menurut ilmu kalam adalah pengetahuan dan pengakuan bahwa Allah itu esa tidak ada satupun yang menyamainya, pengetahuannya, kekuasaanya. Maka pengetahuan dan pengakuan menurut mu’tazilah adalah dua rukun tauhid. Maka orang yang meniggalkan salah satunya tidak bisa dikatakan muwahhid.
Ruang lingkup pembahasan tauhid ini ada lima: a] cara mengetahui tuhan, b] sifat wajib bagi tuhan, c] sifat mustahil bagiNya, d] sifat jaiz, e] tidak ada yang menyamainya.
Cara mengetahui tuhan adalah dengan akal, meskipun terdapat petunjuk lain seperti al-qur’an dan hadist tapi akallah cara pertama untuk mengetahui tuhan. Karena al-qur’an maupun hadist hanya diberikan kepada orang yang berakal. Hal pertama yang harus dilakukan untuk mengenal tuhan adalah penalaran, dan itu adalah kerja akal. Dan tuhan tidak akan memberikan khitabnya kecuali kepada orang yang berakal.Al-qur’an dijadikan dalil setelah diyakini kebenaranyya sebagai kalam Ilahi. Akal adalah anugerah tuhan yang harus dijaga dan dipergunakan.
Adapun soal sifat. Tuhan mempunyai dua sifat, yaitu :
Sifat dzat, konsep utama dalam hal ini adalah tidak ada sifat qadim bagi tuhan, karena kalau ada yang qadim maka akan ada dua yang qadim. Sifat tuhan tidak lain adalah esensinya, sifat adalah dzatnya dan zat adalah sifatnya. Menafikan siat tuhan bukan berarti tidak meyakini adanya sifat bagi tuhan tapi sifat itu adalah dzatnya.
Agaknya pengertian ahwal lebih rasional, bahwa memberikan sifat yang qadim bagi tuhan bukan berarti mentapkan adanya yang qadim selain dzatnya, tetapi sifat tuhan itu adalah keadaanya dan keadaan itu tidak akan ada jikalu dzatnya tidak ada, dan dzat tidak akan ada kalau keadaan tidak ada. Dengan begitu bisa difahami sifat itu qadim dengan qadimnya tuhan.
Sifat dzat yang wajib bagi tuhan adalah maha tahu, maha maha kuasa, maha hidup, maha ada dan maha kekal.
Kedua adalah sifat perbuatan: sifat ini adalah baharu karena sifat ini mendatang pada dzatnya. Dari sekian banyak sifat yang ada dalam al-qur’an selain lima sifat dzat diatas adalah siat perbuatan dan baharu. Seperti adil, berkendak, kalam dan lainnya.
Sifat iradah artinya allah berkehendak dengan kehendak yang baharu, kehendak yang tidak bertempat seperti kehendak manusia yang berada di hati, ia berkehendak bukan karena dzatnya bukan pula dengan kehendaknya yang kekal.
Jikalau ada penetapan bagi sifat tuhan tentu ada pebafian terhadap sifat yang lain, baik siafat perbuatan ataupun sifat dzat, seperti lemah, bodoh dan lain-lain.
Wahid mempunyai dua arti yaitu sesuatu yang tunggal dtidak terpilah kepada bagian-bagian. Dan sesuatu yang mempunyai sifat dan tidak ada yang dapat menyerupainya.
Allah dengan sifatnya tidak sama dengan sifat manusia atau siapapun. Allah maha melihat tidak sama dengan melihatnya manusia. Makanya ayat musytabihat yang memungkinkan adanya anggapan kesamaannya dengan makhluknya harus diakwilkan.


Al-Adlu
Seperti yang kami tuliskan diatas sifat ini adalah sifat perbuatan. Kata adil ini bisa menyifati pelaku yang berarti tuhan maha adil, ia tidak akan berbuat buruk. Dan bisa juga menyifati perbuatan tuhan itu sendiri yang berearti pemberian hak-hak seseorang sesuai dengan perbuatannya.
Keadilan tuhan berarti:
1. maha suci dari segala bentuk kejahatan atau hal-hal buruk lainnya, segala perbuatannya adalah baik.
2. ia pasti melaksanakan segal janji dan ancamannya.
3. ia tidak akan memberikan taklif diluar batas kemampuan manusia.
Allah tidak menciptakan kesesatan dan keimanan, teapi manusia dengan akalnya bisa mengenal tuhan. Dalam hal ini juga manusia bebas menetukan pilihannya tanpa terikat dengan kemauan Allah, karena jikalau ia menciptakan iman dan inkar tentulah ia sendiri yang harus bertanggung jawab atas inkar dan iman tersebut. Karena mengazab orang yang terpaksa bersalah lebih kejam daripada mengazab orang karena kesalahan orang lain itu.
Faham ini sangat erat kaitannya dengan dasar selanjutnya yaitu al-wa’du wal waid. Karena allah adil maka ia akan meminta pertanggung jawaban masing-masing.
Ketiga: al-wa’du wal waid
Karena ia adil ia memberikan taklif sebatas kemampuan manusia, akrena ia adil ia memberikan pahal dan dosa bagi yang berhak. Karena allah adil janji dan ancamannya akan terwujud.
Manusia yang berbuat baik akan mendapatkan wa’dunya sedangkan yang berbuat ingkar akan mendapat waidnya. Dengan begitu tidak akan ada syafaat pada hari hisab.
Keempat: Al-Manzilah bayna Manzilatain.
Pendosa besar adalah fasiq tidak mu’min juga tidak kafir juga tidak mukmin ia berposisi diantara keduanya. Sedangkan nasibnya di akhirat adalah tergantung apakah ia bertobat atau tidak sebelum mati.
Dosa besar adalah segala yangterdapat ancamannya dalam al-quran, seperti qadzaf, zina, membunuh dan lainnya. Konsep utama dari dosa besar adalah menyalahi aturan akal juga menyalahi aturan agama. Selain yang disebutkan hukumannya secara jelas oleh al-quran maka termasuk dosa kecil.
Bagaimanakh awal mula al-manzilah bayna manzilatain ini?
Dalam ayat qadzaf disebutkan bahwa mereka adalah orang yang fasiq, tapi tidak dijelaskan apakah ia keluar dari iman atau tidak, sedangkan para muslim berbeda pendapat apakah pendosa besar keluar dari iman atau tidak, dan mereka setuju bahwa pendosa besar adalah fajir dan fasiq.
Di dalam ayat lain disebutkan” dan perangilah ahli-ahli ktab yang tidak beriman kepada allah dan kepada hari akhir, dan tidak mengharamakan apa yang diharamkan oleh allah dan rasulnya. Juga tidak memeluk agama yang haq [at-taubah : 29]
Dan hadist nabi” seorang muslim tidak mewarisi orang yang kafir dan orang kafir tidak mewarisi orang muslim”
Sedangkan pendosa besar tidak temasuk dalam kriteriua diatas. Sedangkan munafik hukumnya, apabila ia tidak memperlihatkan kenifaqannya maka ia tetap dianggap mu’min tapi apabila ia memperlihatkannya ia disuruh bertobat atau dibunuh.
Adapun mu’min dalam al-qur’an adalah” allah menjadi wali bagi orang-oang yang beriman [al-baqarah: 257]. Dalam ayat lain” dan berilah kabar gembira bagi orang-orang yang beriman bahwa mereka akan mendapatkan keutamaan yang besar dari sisi allah [ali imran: 28]
Sedangkan pendosa besar dalam al-qur’an adalah “ ingatlah allah akan melaknat orang-orang yang dzalim (hud :18 ).Berati pendosa besar tidaklah mu’min tidak juga kafir, tapi fasiq dan fajir sesuai dengan kesepakatan orang muslim dan kehendak allah.
Kelima: al-amr bil ma’ruf dan nahy an munkar.
Yaitu memerintahkan atau menganjurkan untuk berbuat kebaikan dan melarang dari perbuatan yang munkar, ajaran ini lebih berkaitan kepada amalan lahir seorang mukmin daripada lapangan ketauhidan.
Allah menyuruh kaum muslimin untuk menyeru kepada kebaikan, menyiarkan agama dan memberikan petunjuk kepada yang sesat. Mu’tazilah dikenal alah satu yang giat dalam mengamalakan ajaran yang kelima ini.
Iman tidak telepas dari perbuatan baik. Iman sesungguhnya adalah yang tercermin dalam perbuatan baik, mereka yang berbuat jelek akan masuk neraka kecuali jikalau bertobat.

SEKILAS TENTANG MAZHAB EMPAT

DAN MAZHAB DZAHIHRI

1. Mazhab Hanafi

Pendiri mazhab Hanafi ialah : Nu’man bin Tsabit bin Zautha.Diahirkan pada masa sahabat, yaitu pada tahun 80 H = 699 M. Beliau wafat pada tahun 150 H bertepatan dengan lahirnya Imam Syafi’i R.A. Beliau lebih dikenal dengan sebutan : Abu Hanifah An Nu’man.

Abu Hanifah adalah seorang mujtahid yang ahli ibadah. Dalam bidang fiqh beliau belajar kepada Hammad bin Abu Sulaiman pada awal abad kedua hijriah dan banyak belajar pada ulama-ulama Ttabi’in, seperti Atha bin Abi Rabah dan Nafi’ Maula Ibnu Umar.

Mazhab Hanafi adalah sebagai nisbah dari nama imamnya, Abu Hanifah. Jadi mazhab Hanafi adalah nama dari kumpulan-kumpulan pendapat-pendapat yang berasal dari Imam Abu Hanifah dan murid-muridnya serta pendapat-pendapat yang berasal dari para pengganti mereka sebagai perincian dan perluasan pemikiran yang telah digariskan oleh mereka yang kesemuanya adalah hasil dari pada cara dan metode ijtihad ulama-ulama Irak (Ahlu Ra’yi). Maka disebut juga mazhab Ahlur Ra’yi masa Tsabi’it Tabi’in.

Dasar-dasar Mazhab Hanafi
Abu Hanifah dalam menetapkan hukum fiqh terdiri dari tujuh pokok, yaitu : Al Kitab, As Sunnah, Perkataan para Sahabat, Al Qiyas, Al Istihsan, Ijma’ dan Uruf.

Farqad as Syaibani (132-189 H)
d.Hasan bin Ziyad Al Lu’lu Al Kufi Maulana Al Murid-murid Abu Hanifah adalah sebagai berikut :
a.Abu Yusuf bin Ibrahim Al Anshari (113-183 H)
b.Zufar bin Hujail bin Qais al Kufi (110-158 H)
c.Muhammad bin Hasn bin Anshari (….-204 H).

Daerah-daerah Penganut Mazhab Hanafi
Mazhab Hanafi mulai tumbuh di Kufah (Irak),kemudian tersebar ke negara-negara Islam bagian Timur. Dan sekarang ini mazhab Hanafi merupakan mazhab resmi di Mesir, Turki, Syiria dan Libanon. Dan mazhab ini dianut sebagian besar penduduk Afganistan,Pakistan,Turkistan,Muslimin India dan Tiongkok.

2. Mazhab Maliki

Mazhab Maliki adalah merupakan kumpulan pendapat-pendapat yang berasal dari Imam Malik dan para penerusnya di masasesudah beliau meninggal dunia. Nama lengkap dari pendiri mazhab ini ialah : Malik bin Anas bin Abu Amir. Lahir pada tahun 93 M = 712 M di Madinah. Selanjutnya dalam kalangan umat Islam beliau lebih dikenal dengan sebutan Imam Malik. Imam Malik terkenal dengan imam dalam bidang hadis Rasulullah SAW.

Imam Malik belajar pada ulama-ulama Madinah. Yang menjadi guru pertamanya ialah Abdur Rahman bin Hurmuz. Beliau juga belajar kepada Nafi’ Maula Ibnu Umar dan Ibnu Syihab Az Zuhri. Adapun yang menjadi gurunya dalam bidang fiqh ialah Rabi’ah bin Abdur Rahman. Imam Malik adalah imam (tokoh) negeri Hijaz, bahkan tokohnya semua bidang fiqh dan hadits.

Dasar-dasar Mazhab Maliki
Dasar-dasar mazhab Maliki diperinci dan diperjelas sampai tujuh belas pokok(dasar) yaitu :

  • Nashul Kitab
  • Dzaahirul Kitab (umum)
  • Dalilul Kitab (mafhum mukhalafah)
  • Mafhum muwafaqah
  • Tanbihul Kitab, terhadap illat
  • Nash-nash Sunnah
  • Dzahirus Sunnah
  • Dalilus Sunnah
  • Mafhum Sunnah
  • Tanbihus Sunnah
  • Ijma’
  • Qiyas
  • Amalu Ahlil Madinah
  • Qaul Shahabi
  • Istihsan
  • Muraa’atul Khilaaf
  • Saddud Dzaraa’i.

Sahabat-sahabat Imam Maliki dan Pengembangan Mazhabnya
Di antara ulama-ulama Mesir yang berkunjung ke Medinah dan belajar pada Imam Malik ialah :

  1. Abu Muhammad Abdullah bin Wahab bin Muslim.
  2. Abu Abdillah Abdur Rahman bin Qasim al Utaqy.
  3. Asyhab bin Abdul Aziz al Qaisi.
  4. Abu Muhammad Abdullah bin Abdul Hakam.
  5. Asbagh bin Farj al Umawi.
  6. Muhammad bin Abdullah bin Abdul Hakam.
  7. Muhammad bin Ibrahim bin Ziyad al Iskandari.

Adapun ulama-ulama yang mengembangkan mazhab Maliki di Afrika dan Andalus ialah :

  1. Abu Abdillah Ziyad bin Abdur Rahman al Qurthubi.
  2. Isa bin Dinar al Andalusi.
  3. Yahya bin Yahya bin Katsir Al Laitsi.
  4. Abdul Malik bin Habib bin Sulaiman As Sulami.
  5. Abdul Hasan Ali bin Ziyad At Tunisi.
  6. Asad bin Furat.
  7. Abdus Salam bin Said At Tanukhi.

Sedang Fuqaha-fuqaha Malikiyah yang terkenal sesudah generasi tersebut di atas adalah sebagai berikut :

  1. Abdul Walid al Baji
  2. Abdul Hasan Al Lakhami
  3. Ibnu Rusyd Al Kabir
  4. Ibnu Rusyd Al Hafiz
  5. Ibnu ‘Arabi
  6. Ibnul Qasim bin Jizzi

Daerah-daerah yang Menganut Mazhab Maliki.
Awal mulanya tersebar di daerah Medinah, kemudian tersebar sampai saat ini di Marokko, Aljazair, Tunisi, Libia, Bahrain, dan Kuwait.

3.Mazhab Syafi’i.

Mazhab ini dibangun oleh Al Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi’i seorang keturunan Hasyim bin Abdul Muthalib. Beliau lahir di Guzah (Siria) tahun 150 H bersamaan dengan tahun wafatnya Imam Abu Hanifah yang menjadi Mazhab yang pertama.
Guru Imam Syafi’i yang pertama ialah Muslim bin Khalid, seorang Mufti di Mekah. Imam Syafi’i sanggup hafal Al Qur-an pada usia sembilan tahun. Setelah beliau hafal Al Qur-an barulah mempelajari bahasa dan syi’ir ; kemudian beliau mempelajari hadits dan fiqh.
Mazhab Syafi’i terdiri dari dua macam ; berdasarkan atas masa dan tempat beliau mukim. Yang pertama ialah Qaul Qadim; yaitu mazhab yang dibentuk sewaktu hidupdi Irak. Dan yang kedua ialah Qul Jadid; yaitu mazhab yang dibentuk sewaktu beliau hidup di Mesir pindah dari Irak.

Keistimewaan Imam Syafi’i dibanding dengan Imam Mujtahidin yaitu bahwa beliau merupakan peletak batu pertama ilmu Ushul Fiqh dengan kitabnya Ar Risaalah. Dan kitabnya dalam bidang fiqh yang menjadi induk dari mazhabnya ialah : Al-Um.

Dasar-dasar Mazhab Syafi’i
Dasar-dasar atau sumber hukum yang dipakai Imam Syafi’i dalam mengistinbat hukum sysra’ adalah :

  1. Al Kitab.
  2. Sunnah Mutawatirah.
  3. Al Ijma’.
  4. Khabar Ahad.
  5. Al Qiyas.
  6. Al Istishab.
  7. Sahabat-sahabat beliau yang berasal dari Irak antara lain :
  1. Abu Tsaur Ibrahim bin Khalid bin Yaman al-Kalabi al-Bagdadi.
  2. Ahmad bin Hanbal yang menjadi Imam Mazhab keeempat.
  3. Hasan bin Muhammad bin Shabah Az Za’farani al-Bagdadi.
  4. Abu Ali Al Husain bin Ali Al Karabisi.
  5. Ahmad bin Yahya bin Abdul Aziz al Bagdadi.

Adapun sahabat beliau dari Mesir :

  1. Yusuf bin Yahya al Buwaithi al Misri.
  2. Abu Ibrahim Ismail bin Yahya al Muzani al Misri.
  3. Rabi’ bin Abdul Jabbar al Muradi.
  4. Harmalah bin Tahya bin Abdullah Attayibi
  5. Yunus bin Abdul A’la Asshodafi al Misri.
  6. Abu Bakar Muhammad bin Ahmad.

Daerah-daerah yang Menganut Mazhab Syafi’i
Mazhab Syafi’i sampai sekarang dianut oleh umat Islam di : Libia, Mesir, Indonesia, Pilipina, Malaysia, Somalia, Arabia Selatan, Palestina, Yordania, Libanon, Siria, Irak, Hijaz, Pakistan, India, Jazirah Indo China, Sunni-Rusia dan Yaman.

4. Mazhab Hambali.

Pendiri Mazhab Hambali ialah : Al Imam Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal bin Hilal Azzdahili Assyaibani. Beliau lahir di Bagdad pada tahun 164 H. dan wafat tahun 241 H. Ahmad bin Hanbal adalah seorang imam yang banyak berkunjung ke berbagai negara untuk mencari ilmu pengetahuan, antara lain : Siria, Hijaz, Yaman, Kufah dan Basrsh. Dan beliau dapat menghimpun sejumlah 40.000 hadis dalam kitab Musnadnya.

Dasar-dasar Mazhabnya.
Adapun dasar-dasar mazhabnya dalam mengistinbatkan hukum adalah :

  1. Nash Al Qur-an atau nash hadits.
  2. Fatwa sebagian Sahabat.
  3. Pendapat sebagian Sahabat.
  4. Hadits Mursal atau Hadits Doif.
  5. Qiyas.

Dalam menjelaskan dasar-dasar fatwa Ahmad bin Hanbal ini didalam kitabnya I’laamul Muwaaqi’in.

Pengembang-pengembang Mazhabnya
Adapun ulama-ulama yang mengembangkan mazhab Ahmad bin Hanbal adalah sebagai berikut :

  1. Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Hani yang terkenal dengan nama Al Atsram; dia telah mengarang Assunan Fil Fiqhi ‘Alaa Mazhabi Ahamd.
  2. Ahmad bin Muhammad bin Hajjaj al Marwazi yang mengarang kitab As Sunan Bisyawaahidil Hadis.
  3. Ishaq bin Ibrahim yang terkenal dengan nama Ibnu Ruhawaih al Marwazi dan termasuk ashab Ahmad terbesar yang mengarang kitab As Sunan Fil Fiqhi.

Ada beberapa ulama yang mengikuti jejak langkah Imam Ahmad yang menyebarkan mazhab Hambali, diantaranya :

  1. Muwaquddin Ibnu Qudaamah al Maqdisi yang mengarang kitab Al Mughni.
  2. Syamsuddin Ibnu Qudaamah al Maqdisi pengarang Assyarhul Kabiir.
  3. Syaikhul Islam Taqiuddin Ahmad Ibnu Taimiyah pengarang kitab terkenal Al Fataawa.
  4. Ibnul Qaiyim al Jauziyah pengarang kitab I’laamul Muwaaqi’in dan Atturuqul Hukmiyyah fis Siyaasatis Syar’iyyah.Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qaiyim adalah dua tokoh yang membela dan mengembangkan mazhab Hambali.

Daerah yang Menganut Mazhab Hambali.
Awal perkembangannya, mazhab Hambali berkembang di Bagdad, Irak dan Mesir dalam waktu yang sangat lama. Pada abad XII mazhab Hambali berkembang terutama pada masa pemerintahan Raja Abdul Aziz As Su’udi. Dan masa sekarang ini menjadi mazhab resmi pemerintahan Saudi Arabia dan mempunyai penganut terbesar di seluruh Jazirah Arab, Palestina, Siria dan Irak.

5. Madzhab Dzahiri

Mazhab Az-zhahiri adalah salah satu diantara mazhab fiqih kalangan ahlusunnah wal jamaah yang didirikan oleh Abu Sualiman Daud Al-Ashfahani Azh-zhahiri yang lahir tahun 202 Hdi Kufah Iraq dan wafat di tahun 270 H di Baghdad. Nama beliau sering disingkat menjadi Daud Az-Zhahiri.

Beliau banyak menghafal hadits-hadits dan seorang faqih mujtahid atas sebuah mazhab yang berdiri sendiri di luar mazhab empat yang terkenal setelah sebelumnya beliau menjadi mengikut mazhab Asy-Syafi’iyah.
Selain itu ada tokoh yang tidak kalah terkenal dalam mazhab ini yaitu Abu Muhammad Ali bin Said Ibnu Hazm Al-Andalusi (384
456 H) atau sering disingkat menjadi Ibnu Hazm.
Mazhab ini memiliki kitab pegangan yang cukup populeer di kalangan ahli fiqih yaitu Al-Muhalla dalam masalah fiqih dan kitab Al-Ihkam fi Ushulil Ahkam dalam masalah ushul fiqih.
Asas dari mazhab ini adalah mengamalkan nash zahir dari Al-Quran Al-Karim dan Sunnah selama tidak ada dalil yang menunjukkan kepada makna lain selain yang zahir. Sedangkan ketika tidak ada nash, mereka akan merujuk kepada ijma, termasuk ijma
shahabat. Sedangkan bila tidak ada juga dalam ijma, biasanya mereka menggunakan metode istishab yaitu kaidah bahwa hukum asal sesuatu itu mubah / boleh.
Mereka menolak metode qiyas, istihsan, zari’ah, ra
yu dan talil nushush al-ahkam bil ijtihad. Menurut mereka semua itu bukan dalil ahkam (hukum). Mereka juga menolak dalil taqlid.
Diantara contoh hasil fiqih mazhab ini adalah bahwa haramnya emas dan perak itu sebatas bisa digunakan sebagai wadah minuman saja, sedangkan bila digunakan untuk perhiasan laki-laki, tidak haram. Bahwa riba yang diharamkan itu terbatas pada jenis makanan yang enam saja. Bahwa shalat Jumat dikerjakan hanya pada masjid yang besar saja. Bahwa istri yang kaya punya kewajiban memberi nafkah kepada suami yang miskin.

DAFTAR PUSTAKA

Asmuni, Yusran, Dirasah Islamiyah: Pengantar Studi Sejarah Kebudayaan Islam dan Pemikiran, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996)

Maghfur, Muhammad, Koreksi atas Pemikiran Kalam dan Filsafat Islam, (Bangil: al-Izzah, 2002)

an-Nasyar, Ali Syami, Nasy’at al-Fikr al-Falsafi fi al-Islam, (Cairo: Dar al-Ma’arif, 1977)

Tim, Enseklopedi Islam, “Jabariyah” (Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve, 1997)

Abu Zahrah, Muhammad, Imam Syafi’i: Biografi dan Pemikirannya dalam Masalah Akidah, Politik & Fiqih, Penerjamah: Abdul Syukur dan Ahmad Rivai Uthman, Penyunting: Ahmad Hamid Alatas, Cet.2 (Jakarta: Lentera, 2005).

Februari 3, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

WELCOME HERE…!!!

WELCOME TO MY HOME......!!!

WELCOME TO MY HOME......!!!

Februari 2, 2009 Posted by | Uncategorized | | Tinggalkan komentar

SOSIAL DAN BUDAYA

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL DAN KEBUDAYAAN

  1. Individu dan masyarakat

1. Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Kata Individu artinya tidak terbagi, atau suatu kesatuan. Individu berasal dari bahasa latin kata individium (tidak terbagi) dan dalam bahasa inggris berarti in (salah satunya mengandung pengertian tidak) dan divide (terbagi).

Manusia sebagai makhluk individu mengandung arti bahwa unsur yang ada dalam diri individu tidak terbagi, merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Jadi hanya sebutan yang tegat bagi manusia yang memiliki keutuhan jasmani dan rohaninya, keutuhan fisik dan psikisnya, keutuhan raga dan jiwanya.

Ø Problematika sosial kebudayaan

Ø Dialektika Fundamental Peter L Berger

Ø Ciri & Wujud kebudayaan

Ø Sifat kebudayaan

Ø Proses dan perubahan kebudayaan

Ø Pengertian dan fungsi kebudayaan

Ø Akal dan budi

Ø Manusia sebagai animal simbolicum

Ø Pengertian budaya dan kebudayaan

Ø Definisi kebudayaan

Ø Fungsi kebudayaan

Ø Jenis dan ragam kebudayaan di masyarakat

Ø Unsur-unsur kebudayaan

Ø Manusia sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan

Ø Manusia sebagai Makhluk Budaya

2. Kebudayaan

Keselarasan hubungan manusia dengan lingkup fisik, bukan hanya akan dapat dipakai untuk mengembangkan daya dukung alam tetapi juga, dapat dipakai untuk mengembangkan diri manusia dan masyarakat. Apabila ini yang terjadi, akan tercapai suatu keselarasan hubungan antara alam dan manusia.

Ruang lingkup kebudayaan sangat bervariasi, dan setiap pembatasan arti yang diberikan akan sangata dipengaruhi oleh dasar pemikiran tentang pembentuk masyarakat dan kebudayaan.

  1. Akal dan Budi

1. Manusia sebagai animal simbolicum

· Simbol : segala sesuatu (benda, peristiwa, kelakuan, tindakan manusia, ucapan) yang telah ditempati suatu arti tertentu menurut kebudayaannya adalah kkomponene utama perwujudan kebudayaan karena setiap hal yang dilihat dan dialami, diolah menjadi simbol

· Kebudayaan : pengetahuan yang mengorganisasi symbol-simbol

a. Fungsi simbol :

v Faktor pengembangan kebudayaan

v Terbatas pada gugus masyarakat tertentu

· K.A Hiding : Pengelolaan agriculture

· Langevela : Aktivitas yang manusiawi dan rohani sifatnya

· Alfred Whitehead : karya akal, budi, daya

· Edward B Taylor : hasil karya manusia

· Ditjen Kebudayaan : Sistem nilai dan gagasan utama

· Komponen utama kebudayaan :

o Individu

o Masyarakat

o Alam

BAB II

  1. Pengertian

1. Budaya dan Kebudayaan

Dari catatan Supartono, 1992, terdapat 170 definisi kebudayaan. Catatan terakhir Rafael Raga Manan ada 300 buah, beberapa diantaranya :

a. EB Taylor, Primitive Culture, 1871

Kebudayaan adalah keseluruhan yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat, serta kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota mansyarakat.

b. Ki Hajar Dewantara

Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

B. Definisi Kebudayaan

1. Rafael Raga Maran

Kebudayaan adalah cara khas manusia beradaptasi dengan lingkungannya, yakni cara manusia membangun alam guna memenuhi keinginan-keinginan serta tujuan hidupnya, yang dilihat sebagai proses humanisasi.

2. Robert H Lowie

Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diperoleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang diperoleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang didapat melalui pendidikan formal atau informal.

3. koentjaraningrat

Kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.

4. Keesing

Kebudayaan adalah totalitas pengetahuan manusia, pengalaman yang terakumulasi dan yang ditransmisikan secara social.

5. Fungsi Kebudayaan

Mendasari, mendukung, dan mengisi masyarakat dengan nilai-nilai hidup untuk dapat bertahan, menggerakkan serta membawa masyarakat kepada taraf hidup tertentu :

Ø Hidup lebih baik

Ø Lebih manusiawi

Ø Berperikemanusiaan

Mohammad Yusuf Melatoa dalam Ensiklopedia Suku Bangsa Di Indonesia menyatakan Indonesia terdiri dari 500 etnis suku bangsa yang tinggal di lebih dari 17.000 pulau besar dan kecil. Mereka masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda dengan yang lainnya.

C. jenis dan Ragam Kebudayaan

1. Unsur-unsur kebudayaan

Peralatan dan perlengkapan hidup (pakaian, perumahan, alat-alat produksi, transportasi)

Mata pencarian hidup dan system ekonomi (pertanian, peternakan, system produksi, distribusi)

System kemasyarakatan (system kekerabatan, organisasi politik, system hokum, perkawinan)

a) Bahasa

b) Kesenian

c) System pengetahuan

d) Religi

2. kluckhohn

Manusia

Pencipta dan pengguna kebudayaan

Manusia sebagai pencipta kebudayaan memiliki kemampuan daya sebagai berikut :

a) Akal, intelegensia dan intuisi

b) Perasaan dan emosi

c) Kemauan

d) Fantasi

e) Perilaku

D. Dialektika Fundamental

Peter L Berger

· Tahap eksternalisasi, yaitu proses pencurahan diri manusia secara terus menerus kedalam dunia melalui aktifitas fisik dan mental

· Tahap obyektivasi, yaitu tahap aktifitas manusia menghasilkan realita obyektif, yang berada diluar diri manusia

· Tahap internalisasi, yaitu tahap dimana realitas obyektif hasil ciptaan manusia dicerap oleh manusia kembali.

E. Ciri dan Wujud Kebudayaan

Ciri kebudayaan

o Bersifat menyeluruh

o Berkembang dalam ruang / bidang geografis tertentu

o Berpusat pada perwujudan nilai-nilai tertentu

G. Wujud Kebudayaan

Ide : tingkah laku dalam tata hidup

Produk : sebagai ekspresi pribadi

Sarana hidup

Nilai dalam bentuk lahir

G. Sifat Kebudayaan

v Beraneka ragam

v Diteruskan dan diajarkan

v Dapat dijabarkan :

o Biologi

o Psikologi

o Sosiologi : manusia sebagai pembentuk kebudayaan

v Berstruktur terbagi atas item-item

v Mempunyai nilai

v Statis dan dinamis

v Terbagi pada bidang dan aspek

Keadilan adalah salah satu moral dasar bagi kehidupan manusia. Keadilan mengacu pada suatu tindakan baik yang mesti dilakukan oleh stiap manusia.

Penderitaan adalah teman paling setia kemanusiaan. Ini melengkapi cirri paradoksal yang menandai eksistensi manusia didunia.

Tanggung jawab adalah kewajiban melakukan tugas tertentu yang dasarnya adalah hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk yang mau menjadi baik dan memperoleh kebahagiaan.

Memanusiakan manusia dengan konsep budaya dasar

Kegelisahan merupakan gambaran keadaan seseorang yang tidak tenteram hati maupun perbuatanya, merasa khawatir tidak tenang dalam tingkah laku, dan merupakan salah satu ekpresi kecemasan. Pengabdian diartikan sebagai perihal memperhamba diri kepada tugas-tugas yang dianggap mulia.

Keindahan, eksistensi manusia didunia diliputi dan digairahkan oleh keindahan. Manusia tidak hanya penerima pasif tetapi juga pencipta keindahan bagi kehidupan. Pandangan hidup berkenaan dengan eksistensi manusia didunia dalam hubungannya dengan Tuhan, dengan sesama dan dengan alam tempat kita berdiam.

H. Konsep budaya dasar

1. Proses kebudayaan

Proses pembudayaan adalah tindakan yang menimbulkan dan menjadikan sesuatu lebih bermakna untuk kemanusiaan. Proses tersebut diantaranya ;

Internalisasi adalah merupakan proses pencerapan realitas obyektif dalam kehidupan manusia

Sosialisasi adalah proses interaksi terus menerus yang memungkinkan manusia memperoleh identitas diri serta ketrampila-ketrampilan social.

Enkulturasi adalah pencemplungan seseorang kedalam suatu lingkungan kebudayaan, dimana desain khusus untuk kehidupan kelihatan sebagai sesuatu yang alamiah belaka.

Asimilasi adalah proses peleburan dari kebudayaan satu ke kebudayaan lain.

Difusi adalah meleburnya suatu kebudayaan dengan kebudayaan lain sehingga menjadi satu kebudayaan.

Akulturasi adalah percampuran dua atau lebih kebudayaan yang dalam percampuran itu masing-masing unsurnya masih kelihatan.

2. Faktor ekstern

Perubahan lingkungan fisik manusia (bencana alam)

Pengaruh kebudayaan masyarakat lain

Peperangan

3. Faktor intern

Bartambah atau berkurangnya penduduk

Penemuan-penemuan baru (innovation – discoveri [gagasan] – invention [diterapkan dalam masyarakat]

Pertentangan-pertentangan dalam masyarakat (konflik)

Pemberontakan / revolusi

Penyebab perubahan Sosial dan Kebudayaan

Faktor-faktor yang mendorong :

Kontak dengan kebudayaan lain

System pendidikan yang maju

Sikap menghargai hasil karya orang lain dan keinginan untuk maju

Toleransi terhadap perbuatan menyimpang

System lapisan masyarakat yang terbuka

Penduduk yang heterogen

Orientasi ke depan

Nilai meningkatkan taraf hidup

Factor-faktor yang menghambat :

Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain

Perkembangan ilmu pengetahuan yang hambat

Sikap masyarakat yang tradisional

Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested interest)

Rasa takut terjadinya kegoyahan dalam integrasi kebudayaan

Prasangka terhadap hal baru

Hambatan ideologis

Kebiasaan

Sikap pasrah

Februari 2, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

kontrasepsi darurat

PENGETAHUAN IBU TENTANG KONTRASEPSI

DARURAT DI POLINDES PERUMNAS

UJONG BATEE KECAMATAN

MESJID RAYA KABUPATEN

ACEH BESAR

A. Identitas Responden

No Responden :

Tanggal pengumpulan data :

Pendidikan terakhir :

B. Pertanyaan kuesioner

Petunjuk jawaban.

Berikan tanda silang (x) pada jawaan yang dianggap sesuai. Jawablah pertanyaan dengan benar dan tepat.

C. Pengetahuan

1. Apa yang dimaksud dengan kontrasepsi darurat ………

a. Alat KB yang di pakai dalam jangka waktu lama.

b. Alat KB yang di pakai dalam jangka waktu cepat.

c. Alat KB yang di minum setelah berhubungan.

2. Selain kontrasepsi darurat, kontrasepsi ini juga di sebut sebaai kontrasepsi…..

a. Sebelum berhubungan.

b. Pasca senggama (setelah berhubungan).

c. Sebulan setelah berhubungan.

3. Di bawah ini ada beberapa jenis kontrasepsi darurat. Kecuali………

a. Postinor

b. AKDR

c. Suntikan

4. AKDR termasuk dalam jenis kontrasepsi……….

a. Kontrasepsi suntikan.

b. Kontrasepsi sekali pakai.

c. Kontrasepsi suntikan.

5. Yang termasuk dalam KB hormonal adalah……..

a. Pil

b. Kondom

c. Semua jawaban benar.

D. Cara pemakaian.

1. kapan waktu yang tepat kontrasepsi darurat baik di gunakan…….

a. Lupa minum pil, kondom pecah.

b. Sebulan sesudah berhubungan.

c. Pada saat tahu sudah hanil.

2. kapan pil KB dapat dipakai………

a. waktu haid.

b. Waktu subur.

c. Lupa minum pil.

3. AKDR baik digunakan pada saat……..

a. Pada saat mentruasi terjadi.

b. Setelah melahirkan.

c. Semua jawaban benar.

4. AKDR adalah alat yang di pasang pada…….

a. Lengan.

b. Rahim.

c. Bawah kulit.

5. Pil KB termasuk kedalam penggunaan jangka……..

a. Panjang.

b. Pendek.

c. Beberapa hari.

E. Efek samping.

1. Efek samping apa yang dirasakan setelah meminum pil KB…….

a. Mual, muntah.

b. Merasa ngantuk.

c. Badan terasa pegal – pegal.

2. Efek samping yang terjadi setelah pemasangan AKDR adalah….

a. Sakit perut.

b. Mual, muntah.

c. Pusing / keram.

    1. Pada umumnya efek samping pil berlangsung selama…….

a. Tidak lebih dari 24 jam.

b. Selamanya.

c. 2 jam

4. Haid yang sedikit – sedikit termasuk kedalam efek samping dari penggunaan KB……

a. Kondom.

b. Pil.

c. Pantang berkala.

5. Pemakai alat kontrasepsi yang mengalami efek samping yang berkepanjangan wajib di…….

a. Berhentikan dan menggantikan kontrasepsi yang lain.

b. Di lanjutkan sampai masa pemakaian kontrasepsi habis.

c. Di berhentikan beberapa saat dan melanjutkan kembali.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. PENGETAHUAN

Pengetahuan adalah merupakan hasil dari “tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek (Notoatmodjo, 2003).

Pengetahuan kognitif merupakan dokumen yang sangat penting terbentuknya tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2003).

Menurut (Notoatmodjo, 2003) semakin tinggi pengetahuan seseorang semakin untuk menerima hal – hal yang baru, apabila pengetahuan kurang akan lebih sulit untuk bersikap dan bertindak, karena dari pengalaman dan pendidikan ternyata apabila menerima perilaku yang disadari oleh pengetahuan, kesadaran dan sikap positif, maka perilaku tersebut akan bersikap baik.sebaik apabila perilaku tidak disadarioleh pengetahuan dam kesadaran tidak berlangsung lama.

Pengetahuan yang di cakup didalam domain kognitif mempunyai 6 tingkat yaitu : (Notoatmodjo, 2003).

1. Tahu ( know )

Diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah di pelajari sebelumnya.

2. Memahami ( comprehension )

Memahami diartikan sebagai kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang di ketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar.

3. Aplikasi ( application )

Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah di pelajari pada situasi dan kondisi sebenarnya, aplikasi di sini dapat di artikan menggunakan hukum – hukum rumus, prinsip dan sebagainya, dalam konteks situasi yang lain.

4. Analisis ( analysis )

Analisis adalah suatu kemampuan menjabarkan materi tetapi masih dalam suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitannya satu sama lain.

5. Sintesis ( synthesis )

Sintesis menunjukan kepada suatu kemampuan untuk menghubungkan bagian – bagian di dalam suatu bentuk kesatuan.

6. Evaluasi ( evaluation )

Berkaitan dengan kemapuan untuk melakukan penilaian suatu materi atau objek penilaian suatu materi atau objek penilaian yang berdasarkan suatu variable yang sudah ada.

B. PENGERTIAN

1. Pengertian kontrasepsi darurat

Kontrasepsi darurat atau yang biasa disebut morning after pill adalah hormonal tingkat tinggi yang di minum untuk mengontrol kehamilan sesaat setelah melakukan hubungan seks yang beresiko. Pada prinsipnya pil tersebut bekerja dengan cara menghalangi sperma berenang memasuki sel telur dan memperkecil terjadinya pembuahan (

Metode ini telah lebih sering disebut sebagai kontrasepsi pasca sanggama, banyak wanita yang tidak mengetahui metode ini dan metode inisulit di peroleh ( Speroff dan Darney, 2003).

Di Eropa, kemasan – kemasan khusus dengan intruksi tercetak dipasarkan secara apesifik untuk kontrasepsi darurat. Kalaupun tahu, para wanita tersebut tidak memiliki pengetahuan yang akurat dan terinci mengenai metode ini. Sikap yang positif terhadap metode ini membutuhkan pengetahuan dan ketersedian ( Sperooff dan Darney, 2003).

2. Jenis – jenis kontrasepsi darurat

Ada dua macam kontrasepsi darurat :

a. Mekanik

Satu –satunya kondar mekanik adalah AKDR copper ( yang mengandung tembaga). Jika di pasang dalam waktu kurang dari tujuh hari setelah senggama, AKDR ini mampu mencegah kehamilan.

b. Medik

Paling sedikit ada 5 cara pemberian kontrasepsi darurat yang telah di teliti secara luas. 5 motoda terbanyak masing – masing bersifat hormonal dan saat ini di terapkan secara oral.

Sedangkan di Amerika serikat telah di perkirakan bahwa kontrasepsi darurat akan dapat mencegah 1,7 juta kehamilan yang tidak di inginkan.

Menurut Speroff dan Darney kontrasepsi ini merupakan pilihan yang penting bagi pasien, dan harus di pertimbangkan saat terjadi robekan kondom, kekerasan seksual, jika diafragma atau cervical caps terlepas dari tempatnya, atau setelah penggunaan metode lain.

Dalam penelitian di unit –unit aborsi, 50% – 60% pasien seharusnya dulu cocok untuk menggunakan kontrasepsi darurat dan akan menggunakan jika mudah di peroleh ( Speroff, Darney, 2003 ).

C. Cara pemakaian alat kontrasepsi darurat

After morning pill termasuk jenis alat kontrsepsi darurat yang idealnya hanya di pakai pada kondisi pelaku hubungan seks tidak menginginkan terjadinya pembuahan . padahal, saat melakukan hubungan seks mereka tidak menggunakan alat kontrasepsi apapun baik pil spiral, susuk atau bahkan kontrasepsi instant seperti kondom.

Kalangan medis juga merekomendasikan agar After morning pill tidak di rekomendasikan di pakai secara teratur dan sebaiknya hanya di gunkan pada masa – masa darurat saja. Pola pemakaian yang tepat dan suai dengan prosedur sangat di perlukan guna menjamin efek tivitas ini. (

After morning pill paling umum di konsumsi dalam 2 dosis, dosis pertama di minum segera mungkin setelah berhubungan seks dalam 72 jam terakhir dan dosis ke 2 di minum 12 jam kemudian.

Kontrasepsi darurat dapat mencegah kehamilan bila di gunakan segera setelah hubungan seksual tampa pengaman, namun tidak boleh di pakai metode KB rutin atau terus menerus

Kontrasepsi darurat tidak sama dengan praktek aborsi loh, karena kontrasepsi darurat untuk mencegah terjadinya pembuahan ( Nidasi ) sedangkan aborsi adalah upaya pembunuhan karena dilakukan saat sudah terjadi pembuahan.

D. Efek samping dari kontrasepsi darurat

Alat kontrasepsi darurat sifatnya hanya mencegah terjadinya pembuahan atau menempelnya sel telur ke uterus. Alat ini di larang di manfaatkan oleh wanita yang telah terbukti hamil karena tidak akan menghentikan proses kehamilan.

Seperti halnya alat kontrasepsi lainnya, alat kontrasepsi ini juga tidak steril dari efek samping. Efek samping dari kondar terbagi atas :

1. Mual

Keluhan ini pada umumnya hanya terjadi dalam 24 jam pertama setelah pemakaian.

2. Muntah

Bila muntah terjadi < 2 jam setelah pemberian maka pil KB tersebut harus di ulangi lagi. Untuk kasus seperti ini, sebaiknya di berikan obat anti muntah 1 jam sebelum pemberian ulang kondar.

3. Perdarahan

Beberapa pemakaian kondar akan mengalami perdarahan bercak setelah memakai kondar. Hamper sebagian besar pemakai akan mendapat menstruasi sesuai atau lebih cepat dari waktunya. Bila terjadi keterlambatan lebih 7 hari haid semestinya, maka harus di pikirkan kemungkinan terjadinya kehamilan.

Efek samping lain yang mungkin terjadi seperti nyeri payudara, sakit kepala, pusing, sakkit perut, capek dan jadwal haid yang berubah. ( Depkes RI, 2004)

Februari 2, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

BELAJAR HTML…..!!!!!

Siap? OK, kita akan mulai belajar HTML.

Pengenalan HTML

Apa yang dimkasud dengan file HTML?
–    HTML merupakan kependekan dari Hyper Text markup Language
–    Sebuah file HTML merupakan sebuah file teks yang berisi tag-tag markup
–    Tag markup memberitahukan browser bagaimana harus menampilkan sebuah halaman
–    File HTML harus memiliki ekstensi htm atau html
–    File HTML dapat dibuat menggunakan editor teks yang biasa kamu pakai.
Pengen Nyoba Bikin?
Mulailah dengan membuka Notepad (di Windows XP bagi yang belum pernah klik Start, Program, Accessories, Notepad).
Ketikkan teks berikut:

<html>
<head>
<title>Judul Halaman</title>
</head>
<body>
Ini halaman pertama saya. <b>Teks ini ditebalkan</b>
</body>
</html>

Simpan dengan nama “halamanku.htm” (jangan lupa tambahkan tanda kutip ganda pada nama filenya. Kalau lupa maka nama filenya akan menggunakan ekstensi default .txt sehingga menjadi halamanku.htm.txt).
Buka Browser kamu (misalnya internet explorer). Kilk File, Open, Browse dan pilih cari file halamanku.htm yang tadi kamu bikin. Klik OK, dan browser akan menampilkan halaman yang tadi kamu buat.
Gampang kan? Atau masih bingung? Ok, kita akan melihat penjelasan dari contoh di atas.
Setiap tag diapit oleh tanda lebih kecil dan lebih besar. Kamu bisa melihat bahwa tag pertama adalah <html>. Tag HTML pada umumnya selalu memiliki pasangan yang memiliki tag sama dengan sedikit tambahan tanda garis miring “/”, dan kamu bisa melihat pasangan tag <html> di akhir script yaitu </html>.
Tag <html> memberitahu browser bahwa inilah awal dari dokumen HTML. Tag pasangannya yaitu </html> menyatakan bahwa inilah akhir dari dokumen HTML.
Teks di antara <head> dan </head> adalah teks informasi header. Informasi header ini tidak ditampilkan pada jendela browser.
Teks di antara <title> adalah judul dokumen kamu. Judul ini akan ditampilkan di caption browser (lihat di bagian paling atas kanan dari browser kamu).
Teks di antara tag <body> adalah teks yang akan ditampilkan pada jendela browser kamu.
Dan terakhir, teks di antara <b> dan </b> akan ditampilkan dalam huruf tebal.
Nah, dengan penjelasan ini kamu mustinya udah mulai manggut-manggut dan merasa, ko ternyata belajar HTML gampang gini yah J. Mudah-mudahan.
Sekarang kita akan lihat mengenai ekstensionnya. Sebagaimana sudah disampaikan di awal, kita bisa membuat file HTML dengan 2 ekstension yaitu .htm dan .html. Nah ekstension .htm ditujukan untuk operating sistem jaman dulu yang hanya mensupport ekstensi 3 huruf. Sedangkan ekstensi .html akan lebih aman digunakan jika OS dan aplikasinya support karena lebih jelas menunjukkan bahwa ini adalah file HTML.
Sebagai catatan, setiap kamu melakukan perubahan pada file HTML kamu, maka kamu harus me refresh browser untuk melihat perubahan tampilannya.
Ok, tutorial belajar HTML sesi perkenalan cukup, kita akan melanjutkan ke level berikutnya.
Check back soon for new tutorial.
Salam hangat.

Januari 31, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

posting pertama saya

Simpan dengan nama “halamanku.htm” (jangan lupa tambahkan

tanda kutip ganda pada nama filenya. Kalau lupa maka nama

filenya akan menggunakan ekstensi default .txt sehingga

menjadi halamanku.htm.txt).
Buka Browser kamu (misalnya internet explorer). Kilk File,

Open, Browse dan pilih cari file halamanku.htm yang tadi

kamu bikin. Klik OK, dan browser akan menampilkan halaman

yang tadi kamu buat.

Gampang kan? Atau masih bingung? Ok, kita akan melihat

penjelasan dari contoh di atas.
Setiap tag diapit oleh tanda lebih kecil dan lebih besar.

Kamu bisa melihat bahwa tag pertama adalah <html>. Tag HTML

pada umumnya selalu memiliki pasangan yang memiliki tag

sama dengan sedikit tambahan tanda garis miring “/”, dan

kamu bisa melihat pasangan tag <html> di akhir script yaitu

</html>.
Tag <html> memberitahu browser bahwa inilah awal dari

dokumen HTML. Tag pasangannya yaitu </html> menyatakan

bahwa inilah akhir dari dokumen HTML.
Teks di antara <head> dan </head> adalah teks informasi

header. Informasi header ini tidak ditampilkan pada jendela

browser.
Teks di antara <title> adalah judul dokumen kamu. Judul ini

akan ditampilkan di caption browser (lihat di bagian paling

atas kanan dari browser kamu).
Teks di antara tag <body> adalah teks yang akan ditampilkan

pada jendela browser kamu.
Dan terakhir, teks di antara <b> dan </b> akan ditampilkan

dalam huruf tebal.
Nah, dengan penjelasan ini kamu mustinya udah mulai

manggut-manggut dan merasa, ko ternyata belajar HTML

gampang gini yah J. Mudah-mudahan.
Sekarang kita akan lihat mengenai ekstensionnya.

Sebagaimana sudah disampaikan di awal, kita bisa membuat

file HTML dengan 2 ekstension yaitu .htm dan .html. Nah

ekstension .htm ditujukan untuk operating sistem jaman dulu

yang hanya mensupport ekstensi 3 huruf. Sedangkan ekstensi

.html akan lebih aman digunakan jika OS dan aplikasinya

support karena lebih jelas menunjukkan bahwa ini adalah

file HTML.
Sebagai catatan, setiap kamu melakukan perubahan pada file

HTML kamu, maka kamu harus me refresh browser untuk melihat

perubahan tampilannya.
Ok, tutorial belajar HTML sesi perkenalan cukup, kita akan

melanjutkan ke level berikutnya.
Check back soon for new tutorial.
Salam hangat.

Januari 31, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Desember 4, 2008 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar